tirto.id - Gereja Katedral Jakarta menggelar misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 pada Kamis (14/5/2026). Pada perayaan tahun ini, Gereja Katedral Jakarta akan menggelar empat kali misa mulai dari pagi hingga malam hari.
Sekitar 800 umat mengikuti misa di dalam gereja dan sekitar 1.500 umat berada di area luar gereja pada setiap sesi misa.
“Ada empat kali Misa di Gereja Katedral Jakarta, jam 08.30 pagi ini yang baru saja selesai, nanti jam 11.00, 16.30, dan jam 19.00 malam,” kata Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, SJ, di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2026).
Dalam peringatan ini, Romo Yohanes menyebutkan makna yang bisa dipetik di antaranya soal pemurnian iman, kehadiran Roh Kudus, hingga tugas umat menjaga kemanusiaan dan alam ciptaan.
Romo Yohanes mengatakan makna pertama dari Kenaikan Yesus adalah proses pemurnian para murid setelah kebangkitan Yesus. Menurut dia, Yesus tidak langsung naik ke surga, melainkan terlebih dahulu menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari.
Makna kedua adalah pengutusan Roh Kudus yang tinggal dalam hati manusia sebagai penuntun nurani.
“Maka kalau manusia sudah dikatakan kehilangan hati nurani, pada keadilan, pada kemanusiaan, itu artinya apa? Tidak mendengarkan dorongan Roh Kudus, tapi mendengarkan suara roh jahat. Itulah artinya Roh Kudus yang diutus dalam hati manusia,” jelas Romo.
Makna ketiga dari Hari Raya Kenaikan Yesus, menurut Romo Yohanes, adalah tugas perutusan bagi umat Kristiani untuk melanjutkan karya Yesus di dunia. Dia menyebut tugas tersebut diwujudkan melalui sikap membawa damai, mencintai orang kecil, serta peduli terhadap sesama yang menderita.
Dalam kesempatan itu, Romo Yohanes juga menyoroti pentingnya menjaga alam ciptaan. Dia mengaitkannya dengan tema Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta tahun ini mengenai keutuhan alam ciptaan.
Menurut dia, pesan Yesus tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup. Dia menyinggung persoalan polusi udara dan sampah di Jakarta yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
“Maka kita harus buat sesuatu. Juga perkara sampah ini, di Jakarta sudah akan ada kebijakan baru untuk membuang sampah karena apa? Ya karena sampah kita terlalu banyak dan kita tidak tahu bagaimana mengelola itu dengan baik, ya, maka akan ada kebijakan baru untuk sampah di Jakarta,” katanya.
“Nah, hal-hal macam in yang mesti kita ingat, juga menjadi bagian dari perintah Yesus untuk kita semua ya. Maka ini semua itulah makna dari hari raya Kenaikan Tuhan,” jelas Romo Yohanes.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































