tirto.id - PT KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan kereta api (KA) tambahan untuk mengantisipasi kenaikan penumpang karena terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. KA tambahan ini ditujukan untuk perjalanan menuju Jakarta.
Di sisi lain, kebutuhan transportasi darat diperkirakan meningkat setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup terimbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau itu. Penutupan ini telah berdampak pada 22.798 penumpang dan mempengaruhi 209 pergerakan penerbangan. Durasi penutupan sementara pada Minggu ini berlangsung sampai pukul 17.30 WIB
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, Minggu (6/9/2026), mengatakan KA tambahan akan berjalan hari ini. KA tambahan memiliki rangkaian lima kereta eksekutif, empat kereta ekonomi, dan kereta makan dengan total kapasitas 570 tempat duduk.
"Jadwal keberangkatan KA dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB," ujar Luqman, dikutip Antara.
Di samping memberangkatkan KA tambahan, PT KAI Daop 4 Semarang juga menambahkan rangkaian pada KA Gumarang. Tambahan tersebut meliputi dua kereta kelas ekonomi yang masing-masing punya 72 tempat duduk.
Adanya KA tambahan ini merespons dinamika perjalanan masyarakat terutama yang hendak berpergian ke Jakarta. Dengan demikian masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan ke arah Ibu Kota.
Jadwal Perjalanan KA Tidak Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Perjalanan KA tidak terdampak oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Hal ini disampaikan Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo yang menyebut operasional perjalanan KA di wilayah Daop 2 Bandung tetap normal.
“Kami memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api maupun pelayanan pengguna jasa di stasiun wilayah Daop 2 Bandung," kata Kuswardojo, dikutip Antara.
Kuswardojo menambahkan, KAI mempunyai prosedur dan sistem pemantauan dalam mengantisipasi potensi gangguan alam yang bisa berdampak pada keselamatan perjalanan KA. Jika potensi bahaya ditemukan, KAI akan segera menghentikan operasional saat itu juga.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena setiap keputusan operasional KAI selalu mengedepankan aspek keselamatan, masyarakat diminta untuk memperoleh informasi terkait perjalanan kereta melalui kanal resmi KAI dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi," ucapnya.
Ia mencontohkan, saat terjadi gempa bumi, perjalanan KA dihentikan sementara sebagai bagian mitigasi. Jeda ini memberikan kesempatan petugas melakukan pemeriksaan jalur sehingga perjalanan KA bisa dipastikan aman terlebih dahulu sebelum dilanjutkan kembali.
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































