Menuju konten utama

Jurnalis Amerika Diculik di Irak, Pelaku Diduga Sekutu Iran

Jurnalis berkebangsaan Amerika Serikat, Shelly Kittleson, telah diculik di Irak. Ia sebelumnya mendapat ancaman dari kelompok proksi Iran.

Jurnalis Amerika Diculik di Irak, Pelaku Diduga Sekutu Iran
Shelly Kiittleson. instagram/ Shelly Kiittleson
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jurnalis lepas berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Shelly Kittleson, diculik di Bagdad, Irak pada Selasa (31/3/2026). Belum terungkap siapa penculik jurnalis tersebut, namun dugaan mengarah ke kelompok bersenjata Kataib Hezbollah yang merupakan organisasi proksi Iran.

Seturut CNN, kabar penculikan Kittleson pertama dilaporkan outlet berita Al-Monitor. Kittleson merupakan jurnalis lepas yang jadi kontributor untuk outlet berita yang berbasis di AS tersebut.

"Kami menyerukan pembebasannya dengan aman dan segera. Kami mendukung laporan penting yang ia berikan dari wilayah tersebut dan menyerukan agar ia segera kembali untuk melanjutkan pekerjaan pentingnya," tulis pernyataan Al-Monitor.

Al-Monitor merupakan outlet media yang berfokus pada isu-isu seputar politik dan konflik di Asia Barat. Sementara Kittleson merupakan jurnalis yang berpengalaman dalam peliputan di kawasan tersebut dan Afghanistan. Liputan Kittleson telah diterbitkan di media internasional, AS, dan Italia.

Pemerintah AS Lacak Keberadaan Shelly Kittleson

Pemerintah AS dilaporkan tengah berusaha untuk melacak penculik Kittleson dan sedang bekerja sama dengan otoritas Irak untuk menjamin pembebasannya.

Seturut sumber anonim CNN, Kittleson sebelumnya sempat mendapat peringatan tentang rencana penculikan dan pembunuhan dirinya oleh Kataib Hizbullah. Peringatan itu disebut diberikan otoritas AS ketika Kittleson telah berada di Irak untuk meliput peristiwa di sana.

Seorang sumber yang lain menyebut bahwa Kittleson telah diperingatkan untuk pergi dari Irak dalam beberapa pekan terakhir.

Asisten Menteri Luar Negeri AS Dylan Johnson memberikan keterangan di akun X miliknya mengonfirmasi adanya peringatan akan rencana penculikan dan pembunuhan Kittleson tersebut. Johnson juga menyebut bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan FBI untuk melakukan penyelidikan.

"Departemen Luar Negeri sebelumnya memenuhi tugas untuk memperingatkan individu ini akan adanya ancaman terhadapnya, dan kami akan terus berkoordinasi dengan FBI untuk memastikan pembebasannya secepat mungkin," bunyi keterangan Johnson pada Selasa.

Johnson juga menyebut bahwa seseorang yang terafiliasi dengan Kataib Hizbullah dan "diyakini terlibat dalam penculikan" telah ditangkap oleh pihak berwenang Irak. Namun, belum ada keterangan tentang keselamatan dan lokasi Kittleson yang dirilis AS.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Irak merilis pernyataan tentang penculikan seorang jurnalis perempuan asing di pusat Kota Baghdad oleh orang tak dikenal. Penculikan ini disebutnya terjadi pada Selasa malam.

Pasukan keamanan Irak kemudian menangkap salah satu tersangka dan menyita sebuah kendaraan yang diduga turut digunakan dalam aksi penculikan tersebut. Pasukan keamanan juga disebut tengah melakukan operasi pelacakan dan berupaya menjamin pembebasannya.

Kedutaan Besar AS di Irak sebelumnya telah berulang kali memperingatkan warga AS untuk meninggalkan negara tersebut sejak Perang Iran pecah pada 28 Februari lalu. "Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera pergi jika Anda sedang berada di sana," bunyi imbauan terbaru kedutaan pada akhir pekan.

Kataib Hizbullah sendiri merupakan kelompok milisi yang punya rekam jejak melakukan operasi dengan target warga Amerika. Kelompok ini tergabung dalam Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) dan dikenal secara luas sebagai proksi Iran di kawasan tersebut.

Baca juga artikel terkait PENCULIKAN AKTIVIS atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar