Jokowi Bertemu Biden: Bahas Kesehatan, Ekonomi & Perubahan Iklim

Penulis: - 2 Nov 2021 09:29 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi mengatakan pertemuan dengan Biden dalam rangka penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat.
tirto.id - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membahas penguatan kerja sama Indonesia-AS di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021) waktu setempat.

Setidaknya ada empat hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan selama pandemi oleh kedua negara.

"Mulai dari penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya," kata Jokowi dikutip dari Antara.

Jokowi mengatakan Indonesia tertarik untuk menjadi bagian dari rantai pasok global di bidang kesehatan melalui pembangunan industri kesehatan dalam negeri.

Kedua, Jokowi menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Menurut dia, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang andal.

Ketiga, terkait perubahan iklim, Jokowi kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.

Jokowi mengklaim Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik dalam menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan dan tingkat kebakaran hutan yang berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun.

"Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia," tambahnya.

Dalam sektor energi, Jokowi menyebut telah mencanangkan transformasi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau.

Jokowi mengajak Amerika Serikat untuk melakukan investasi energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

"Saya harapkan dukungan AS melalui investasi yang mempercepat transisi energi, khususnya teknologi rendah karbon," imbuhnya.

Keempat, mengenai Presidensi Group of Twenty (G20) Indonesia, Jokowi sangat menghargai dukungan Amerika Serikat terhadap Presidensi Indonesia yang mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger". Inklusivitas akan menjadi kunci Presidensi Indonesia tahun depan.

Pada masa presidensi, Indonesia ingin mendorong kerja sama konkret di sejumlah sektor utama, seperti memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan, mendorong investasi, dan alih teknologi rendah karbon yang terjangkau, serta keuangan inklusif khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM), perempuan, dan kelompok rentan.

"Kita harus jadikan G20 relevan tidak saja bagi anggotanya, tapi juga bagi dunia, utamanya negara berkembang," kata Jokowi.

Selain itu, kedua Kepala Negara juga berdiskusi mengenai berbagai isu internasional, antara lain demokrasi, persoalan Myanmar, dan Afghanistan.

Pertemuan kedua kepala negara tersebut berlangsung selama satu jam. Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir.


Baca juga artikel terkait KERJA SAMA INDONESIA-AS atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Politik)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight