Jamaah Islamiyah Diduga Memutakhirkan Organisasi di Jawa

Oleh: Adi Briantika - 12 Juli 2019
JI disebut menyiapkan strategi baru penguasaan wilayah di Jawa, karena telah memiliki organisasi yang lebih modern.
tirto.id - Polisi menyebut jaringan Jemaah Islamiyah (JI) justru berkembang, meski telah dibubarkan oleh pemerintah sejak 2007. Kelompok ini diduga semakin bagus mengembangkan keorganisasian.

"Mereka menyiapkan strategi baru yaitu tamkin atau penguasaan wilayah yang coba diperkuat, karena telah memiliki organisasi yang lebih modern," ucap Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol, Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (12/7/2019).

Menurut dia, Pulau Jawa disasar sebagai daerah penguatan organisasi JI. Selain itu, kata Dedi, dalam JI terdapat jabatan Deputi Umum dan Bendahara yang berupaya memperkuat basis ekonomi organisasi. Perekrutan anggota pun dilakukan tertutup.


"Rekrutan itu dilatih dan diberikan kesempatan ke luar negeri untuk mengikuti praktik perang di Suriah maupun Irak," kata Dedi.

JI, kata dia, mempropaganda melalui media sosial atau media buatan sendiri, tujuannya membentuk opini tentang kelompok tersebut.

Dalam merekrut, lanjut Dedi, juga mendekati tokoh agama dan tokoh masyarakat. JI juga melakukan silent terror dan chaos management.

"Untuk chaos management, mereka melihat situasi masyarakat. Jika ada demonstrasi, mereka bisa menyerang secara senyap dan menimbulkan keos," ujar Dedi.

Polarisasi umat dan pembentukan daulah, kata Dedi, juga menjadi strategi JI. Bahkan kelompok itu diduga memiliki bisnis kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan guna operasionalisasi organisasi.

Selain dua daerah itu, daerah yang dijadikan pendukung perekonomian ialah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi.

Densus 88 Antiteror menangkap jajaran Jemaah Islamiyah (JI) pada akhir Juni dan awal Juli 2019. Di antaranya, polisi menangkap Para Wijayanto, diduga sebagai amir JI, dan sejumlah anak buahnya, yakni MY, BS, A dan BT.


Baca juga artikel terkait JAMAAH ISLAMIYAH atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Zakki Amali