Menuju konten utama

Jakarta Philharmonic Orchestra Tampil Jelang HUT 499 Jakarta

Pertunjukan Lenggok Jakarta digelar di Taman Bendera Pusaka yang merupakan hasil integrasi Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.

Jakarta Philharmonic Orchestra Tampil Jelang HUT 499 Jakarta
Jakarta Philharmonic Orchestra (JPO) menggelar pertunjukan bertajuk Lenggok Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jakarta Philharmonic Orchestra (JPO) menggelar pertunjukan bertajuk Lenggok Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026) malam. Pagelaran yang dibawakan sembilan musisi dalam format ensemble tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta sekaligus menghadirkan ruang interaksi warga melalui pertunjukan musik di ruang terbuka.

Pertunjukan yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB itu disaksikan warga yang memadati area taman. Sejumlah pengunjung tampak duduk di area rerumputan, sementara yang lain berdiri di sekitar panggung untuk menikmati jalannya pertunjukan.

Mengusung tema Lenggok Jakarta, acara ini merepresentasikan semangat, kegembiraan, dan kelenturan warga Jakarta dalam menghadapi beragam dinamika kehidupan perkotaan. Tema tersebut diambil dari istilah "lenggang lenggok" yang menggambarkan gerak tubuh saat berjalan atau menari.

Dalam pertunjukan tersebut, JPO membawakan medley lagu-lagu Betawi yang mencakup "Si Jali-Jali" dan "Kicir-Kicir". Penampilan kemudian dilanjutkan dengan "Chandra Buana" karya Ismail Marzuki, "Lenggak Lenggok Jakarta" karya Harry Sabar, "Tanah Airku", serta "Bangun Pemudi Pemuda".

Suasana pertunjukan mencapai puncaknya saat lagu "Tanah Airku" dibawakan. Para pengunjung diajak menyalakan lampu kilat telepon genggam sambil menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Dalam beberapa saat, area Taman Bendera Pusaka berubah menjadi lautan cahaya yang menerangi malam. Lampu-lampu yang menyala dari berbagai sudut taman mengiringi para hadirin yang bernyanyi bersama para musisi hingga lagu berakhir.

Kebersamaan yang tercipta pada momen tersebut mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Tidak sedikit yang mengabadikan suasana itu menggunakan telepon genggam mereka, sementara sebagian lainnya memilih menikmati lagu sambil mengangkat lampu ponsel ke udara.

Selain menyajikan pertunjukan musik, acara tersebut juga menghadirkan cerita mengenai sejarah panjang perkembangan orkestra di Jakarta. Salah satu pendiri Jakarta Philharmonic Orchestra, Neneng Rahardja, menjelaskan bahwa perjalanan musik orkestra di ibu kota telah berlangsung sejak masa awal kemerdekaan dan melibatkan sejumlah tokoh penting bangsa.

Menurut Neneng, akar sejarah JPO dapat ditelusuri hingga Radio Philharmonisch Orkest (RPO). Pada 1948, kelompok orkestra tersebut berada di bawah pembinaan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, sebelum kemudian berkembang menjadi Orkes Radio Jakarta yang kini dikenal sebagai Radio Republik Indonesia (RRI).

Pada periode yang sama, berkembang pula Orkes Studio Jakarta yang berfokus membawakan musik populer Indonesia dan dipelopori oleh komponis Betawi Ismail Marzuki. Kehadiran kedua kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan musik orkestra di Jakarta.

"Pada awal tahun 1970-an, Orkes Studio Jakarta dan Orkes Radio Jakarta dilebur menjadi satu dengan nama Orkes Simfoni Jakarta," ujar Neneng.

Ia menjelaskan, Orkes Simfoni Jakarta kemudian menjadi salah satu kelompok orkestra yang dikenal luas melalui berbagai pertunjukan yang digelar di Taman Ismail Marzuki. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari perkembangan musik orkestra di Jakarta hingga lahirnya Jakarta Philharmonic Orchestra yang dikenal saat ini.

Pertunjukan Lenggok Jakarta digelar di Taman Bendera Pusaka yang merupakan hasil integrasi Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Kehadiran ruang terbuka hijau tersebut menjadi salah satu ruang interaksi warga melalui berbagai kegiatan seni, budaya, dan komunitas di Jakarta, termasuk pertunjukan musik yang dapat dinikmati secara terbuka oleh masyarakat.

Baca juga artikel terkait RAGAM DAN HIBURAN atau tulisan lainnya dari Tirto Creative Lab

tirto.id - Musik
Penulis: Tirto Creative Lab
Editor: Tirto Creative Lab