tirto.id - Indonesia akan menjadi tempat diselenggarakannya laga legenda Barcelona vs Real Madrid pada 27 September 2025. Sejumlah bintang masa lalu akan mengisi daftar pemain yang tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga El Clasico para legenda Barca dan Madrid bertajuk "Clash of Legends" di GBK ini, digagas oleh Senyawa, MPRO International, dan Dewa United.
Duel para legenda ini merupakan kesempatan untuk merasakan kembali merasakan atmosfer El Clasico masa lalu, terlebih bagi para penggemar Real Madrid dan Barcelona.
Salah satu yang menarik perhatian dalam laga ini adalah hadirnya Luis Figo, mantan pemain peraih Ballon d'Or yang pernah membela baik Barcelona maupun Real Madrid.
Sejauh ini, informasi pembelian tiket laga ini belum diumumkan pihak penyelenggara. Para penggemar perlu menunggu hingga pengumuman dilakukan secara resmi. Pihak penyelenggara juga belum memberikan informasi terkait hak siar duel legenda Barcelona vs Real Madrid ini.
Legenda Madrid vs Barca di GBK 2025 & Daftar Pemain yang Tampil
Hingga kini pihak penyelenggara belum sepenuhnya mengumumkan daftar legenda Real Madrid dan Barcelona yang akan tampil di GBK pada September mendatang.
Namun, lima nama di antaranya sudah diumumkan, di antaranya Luis Figo, Clarence Seedorf, Pepe, Carles Puyol, dan Rivaldo.
Belum diumumkannya daftar pemain secara lengkap membuat laga ini masih dimungkinkan akan menghadirkan lebih banyak legenda Real Madrid dan Barcelona.
Terlebih, laga hiburan ini akan tersaji GBK, kandang timnas yang kini tengah ditukangi oleh legenda Barcelona, Patrick Kluivert. Jika tak ada bentrokan jadwal dengan timnas, tentu Patrick Kluivert bisa saja tampil dalam laga ini.
Sebagai mantan penyerang subur di Barcelona, Kluivert kerap kali mengikuti laga hiburan sebagai legenda Barcelona. Terbaru, mantan pemain timnas Belanda ini kembali berseragam Barcelona pada April 2025 lalu.
Akan tetapi, melihat daftar pemain yang sudah diumumkan, laga ini sebenarnya sudah cukup menarik untuk dinanti.
Salah satu magnet dari laga ini adalah kehadiran Luis Figo yang dapat membangkitkan nostalgia akan transfer kontroversialnya dari Barcelona ke Real Madrid pada tahun 2000 lalu.
Kala itu, di tengah puncak kariernya berseragam Blaugrana, mantan kapten timnas Portugal tersebut mengejutkan para penggemar Barcelona dan El Real lewat keputusannya hengkang ke Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.
Junior Luis Figo di timnas Portugal, Pepe, juga menjadi pemain yang menarik untuk ditonton di GBK. Mantan bek tengah yang baru mengumumkan pensiun pada 2024 ini, menjadi legenda Real Madrid setelah 10 tahun berseragam Los Blancos. Pepe telah memenangkan 13 gelar mayor dari 334 penampilan.
Pada era "perseteruan" Pep Guardiola dan Jose Mourinho dekade 2010-an, Pepe jadi salah satu pemain yang paling berkesan di El Clasico. Pep dikenal lewat gaya mainnya yang keras.
Selain kedua pemain tersebut, penggemar Real Madrid juga dapat bernostalgia lewat penampilan Clarence Seedorf, mantan gelandang serba bisa yang dikenal dengan ketahanan fisik dan teknik umpan yang luar biasa.
Seedorf merupakan pemain kunci Real Madrid ketika menjuarai Liga Champions musim 1997/1998 dan LaLiga musim 1996/1997.
Sementara itu, bagi penggemar Barcelona, kehadiran Carles Puyol dan Rivaldo dalam laga pada September tahun ini merupakan kesempatan mengingat kembali masa jaya Blaugrana.
Bagi los culers era 90-an, nama Rivaldo begitu melekat dalam ingatan karena mantan pemain timnas Brasil ini merupakan salah satu pemain yang paling menonjol kala itu.
Berseragam Barcelona selama lima musim dari 1997 hingga 2002, Rivaldo membawa Barca meraih dua gelar LaLiga dan satu gelar Copa del Rey. Permainannya yang ciamiknya bersama Azulgrana juga membawanya meraih Ballon d'Or edisi 1999.
Ingatan tentang masa kejayaan Barcelona juga hadir kembali lewat Carles Puyol. Kapten Barca era Pep Guardiola ini, merupakan legenda yang ikut membawa Blaugrana meraih sextuple pada musim 2008/2009.
Sepanjang karier hanya berseragam Barcelona, Carles Puyol mengemas 21 gelar yang menandai era dominasi Barcelona di LaLiga dan sepak bola Eropa medio 2000-2010-an.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































