tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani akan mengubah status PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada pekan depan.
“Minggu depan (akan berubah status sebagai BUMN,” ujar dia, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Nantinya, DSI yang merupakan badan ekspor tersentral ini akan berkantor di Wisma Danantara, di Jalan Gatot Subroto No. 36-38, Jakarta Selatan.
“(Kantor DSI) di Danantara. Ada sudah disiapkan kantornya di Danantara,” tambah Rosan.
Sementara itu, dalam dokumen yang dirilis Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Kementerian Hukum Republik Indonesia, DSI dibentuk pada 18 Mei 2026 dihadapan Notaris Jose Dima Satria, SH., M.Kn, di Jakarta Selatan.
Perusahaan ini terdaftar dengan kategori aktivitas perusahaan holding. Dibentuk di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengendalikan ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis—terutama batu bara, minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), dan ferro alloy—melalui sistem satu pintu guna mencegah kebocoran devisa.
Dalam dokumen AHU tersebut disebutkan pula bahwa saham Seri A berjumlah 399 lembar dengan nilai nominal Rp 250.000 per lembar atau nilai total Rp99,75 juta mayoritas dipegang oleh PT Danantara Investment Management (sebanyak 99 lembar senilai Rp 24,75 juta). Sedangkan, saham Seri B hanya berjumlah 1 lembar.
DSI merupakan realisasi dari kebijakan monopoli ekspor komoditas SDA yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto ketika memberikan pemaparan kerangka ekonomi makro di rapat sidang paripurna DPR pada Rabu. Kala itu, Prabowo menyebut akan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) terkait tata kelola ekspor komoditas SDA strategis seperti batu bara dan kelapa sawit.
Pembentukan PT DSI ini telah rampung dilakukan pada Selasa (19/5) dan ke depan diharapkan dapat mengatasi praktik under-invoicing dan overpricing yang telah merugikan negara selama ini.
Dalam keterangan pada Kamis (21/5), Rosan menyebut bahwa PT DSI ini akan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony selaku direktur utama. Luke sebelumnya merupakan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang ditarik Danantara untuk mengisi jajaran direksinya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































