Menuju konten utama

Istri Aditya Pegawai BPS Tak Tahu Suami Bunuh Rekan Kerjanya

Setelah mengeksekusi korban, Aditya kembali ke Ternate menemui Almira dan melangsungkan pernikahan pada 27 Juli 2025.

Istri Aditya Pegawai BPS Tak Tahu Suami Bunuh Rekan Kerjanya
Aditya Hanafi. x/Bells

tirto.id - Polisi telah memeriksa Almira, istri tersangka Aditya Hanafi, yang membunuh Tiwi, rekan kerja keduanya di Badan Pusat Statistik Halmahera Timur. Dalam kasus ini, korban dibunuh di rumah dinasnya setelah diikat, dilecehkan, dan dibekap.

Kapolsek Muba Selatan, Ipda Habiem Ramadya, mengatakan pemeriksaan kepada Almira sudah dilakukan pada 12 Agustus 2025, selama 13 jam di Ternate. Dari pemeriksaan itu diketahui bahwa Almira tak mengetahui sejak awal bahwa Aditya ke Maba untuk menyelinap ke rumah dinasnya.

Aditya berdalih kepada Almira pergi beberapa hari untuk menghilangkan stres jelang pernikahan.

"Dari keterangan Hanafi dan keterangan istrinya, dia sampaikan kalau Hanafi itu beralasan dia itu cuma mau menghilangkan stres aja katanya. Karena kan sudah mau nikah, karena mungkin dia ngerasa, apa ya, kalau mau nikah mungkin bebannya terlalu bagaimana," kata Habiem saat dihubungi, Kamis (14/8/2025).

Awalnya, kata Habiem, Almira merasa takut bahwa kepergian Aditya karena tidak jadi menikah. Terlebih, kekasihnya itu tidak pernah mengabari keberadaannya di mana.

"Untuk hasilnya sendiri sejauh ini, dari keterangannya saksi tersebut, saksi kan tidak pernah mengetahui, bahwa suami ini pergi ke Maba. Bahkan pada tanggal 16 itu, istri ini si Almira ini, dia sempat mencari-cari, di mana sih keberadaan calon suaminya ini," ungkap Habiem.

Lebih lanjut Habiem menerangkan, dari pengakuan Almira bahwa dirinya menduga bahwa Aditya berada di Maba, sehingga menghubungi sejumlah rekan kerjanya di BPS untuk menanyakan.

Aditya sendiri diketahui berada di Maba sejak 16 hingga 19 Juli 2025 dengan menyelinap rumah dinas korban hingga akhirnya melakukan pembunuhan.

"Jadi berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk yang kita punya juga, memang sejauh ini tidak ada keterlibatan istrinya," tutur Habiem.

Diketahui, setelah mengeksekusi korban, Aditya kembali ke Ternate menemui Almira dan melangsungkan pernikahan pada 27 Juli 2025. Terkait dengan uang yang diambil dari korban, Habiem memastikan tidak ada petunjuk penggunaannya untuk keperluan menikah.

Habiem mengungkap dari keterangan tersangka Aditya bahwa uangnya memang digunakan untuk menutup utang-utangnya yang digunakan judi online (judol). Sedikit uang yang diambil dari korban T hanya digunakan untuk membeli tiket orang tuanya dari Jakarta ke Ternate saat menghadiri pernikahan.

"Sejauh ini sih juga belum tahu nih. Saya menunggu penyidik, tapi yang

pasti kalau mahar dan biaya nikah, kalau keterangan dari tersangka, itu semua itu ditanggung orang tuanya si Almira, istrinya. Jadi laki-laki ini bener-bener 0 rupiah untuk modal nikahnya itu," ujar Habiem.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN PEGAWAI BPS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto