tirto.id - Iran menyatakan pada Jumat (17/4/2026) bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi dalam unggahan di media sosial, dikutip Jumat (17/4).
Ia menambahkan, kapal harus melintas melalui “rute terkoordinasi” yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran.
Israel dan Lebanon pada Kamis (16/4) sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 05.00 pm ET malam itu (Jumat 17 April pukul 04.00 WIB).
Serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hezbollah, yang merupakan sekutu dekat Iran, menjadi salah satu hambatan dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.
Presiden Donald Trump pada Jumat berterima kasih kepada Iran karena membuka selat tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial.
Namun, Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan dengan Teheran.
Menurut laporan CNBC, harga minyak anjlok lebih dari 10 persen hingga di bawah 90 dolar AS per barel. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia sebelumnya melewati selat tersebut.
Penutupan jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar energi global ini memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April dengan imbalan Iran membuka selat tersebut sepenuhnya. Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS melanggar kesepakatan dengan membiarkan Israel melanjutkan serangan di Lebanon.
Selat tersebut tetap hampir sepenuhnya tertutup selama gencatan senjata AS-Iran karena kedua negara berselisih mengenai ketentuan kesepakatan. Hanya beberapa kapal komersial yang melintas setiap hari.
Negosiasi antara Wakil Presiden JD Vance dan Ghalibaf akhir pekan lalu di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang AS dengan Iran secara permanen. Trump mengatakan negosiator AS dan Iran dapat bertemu kembali akhir pekan ini di Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan.
Sementara itu, laporan BBC menunjukkan pasar saham Eropa dan Amerika Serikat menguat setelah menteri luar negeri Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka”.
Indeks CAC di Paris dan DAX di Frankfurt masing-masing naik lebih dari 2 persen. Di London, kenaikan FTSE lebih moderat, yakni 0,5 persen.
Di Amerika Serikat, pada menit-menit awal perdagangan, Dow naik 1,3 persen dan S&P naik 0,7 persen.
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id




























