IHSG Ditutup Menguat Seiring Optimisme RI Tak akan Alami Resesi

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 5 Okt 2022 15:56 WIB
Dibaca Normal 2 menit
IHSG ditutup menguat di level 7.075 pada perdagangan Rabu (5/10/2022). IHSG menguat seiring optimisme Indonesia tak akan mengalami resesi.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/10/2022). IHSG berada di level 7.075 (+0,04 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.131, sementara level terendah indeks tercatat di 7.075.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sejak Rabu pagi menguat seiring optimisme Indonesia tak akan mengalami resesi.

"Fokus saat ini tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal III 2022. Kami optimis Indonesia tidak akan terkena resesi, didukung oleh kinerja ekspor yang solid dan konsumsi rumah tangga yang kuat," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya dikutip Antara.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 301 saham menguat, 223 saham melemah, dan 173 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.324 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp12,32 triliun.

Berdasarkan pantauan, penguatan indeks didukung kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor transportasi maupun logistik sekitar 2,72 persen, sektor teknologi 1,79 persen, saham konsumer primer 1,47 persen, dan sektor energi 1,02 persen. Sedangkan pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer sekitar 0,06 persen.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, saham emiten sektor energi kini menjadi primadona investor mengingat kebutuhan energi tinggi. Hal itu tercermin pada harga komoditas batu bara yang masih melejit, gas alam, serta minyak mentah yang mulai menunjukkan indikasi rebound.

Meski begitu, dia mengingatkan tren pelemahan IHSG sebetulnya akan berakhir pada bulan ini jika tidak tembus ke bawah 6.800. Sebab, memasuki masa kuartal IV 2022, perusahaan-perusahaan yang menjadi emiten di pasar saham akan menunjukkan laporan keuangan mereka masing-masing.

"Harapannya secara teknikal terlihat ada indikasi meredanya tekanan jual ketika laporan keuangan kuartal ketiga nanti mulai dirilis dan terjadi akumulasi pada emiten-emiten yang menunjukkan ketahanan dari sisi kinerjanya," ucap Ivan.

Senada dengan Ivan, tim analis PT Lotus Andalan Sekuritas juga mencatat penguatan IHSG sejak kemarin, utamanya ditopang oleh kenaikan saham sektor energi. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup menguat +0,89 persen ke level 7.072,26.

Menurut mereka, penguatan sektor energi tidak terlepas dari harga batu bara acuan (HBA) yang kembali melesat. Tercatat pada Oktober 2022, HBA menyentuh 330,97 USD/ton, level tertingginya pada tahun ini.

"Penguatan IHSG utamanya ditopang oleh kenaikan saham sektor energi. Penguatan sektor energi tidak terlepas dari harga batu bara acuan (HBA) yang kembali melesat," ujar tim analis Lotus Sekuritas hari ini.

Top gainers hari ini adalah:

- PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) naik Rp31 atau 20,67 persen ke Rp181

- PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) naik Rp72
atau 18,75 persen ke Rp456

- PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik Rp25
atau 15,24 persen ke Rp189.

Sementara itu, bursa ekuitas Wall Street ditutup menguat setelah kenaikan suku bunga Australia yang lebih kecil dari ekspektasi memicu harapan kepada The Fed untuk tidak terlalu agresif.

Di tengah permintaan tenaga kerja tetap cukup kuat, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan cash rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,6 persen.

Kenaikan tersebut adalah kenaikan suku bunga ke enam kali secara beruntun oleh RBA dalam usahanya mengendalikan inflasi. Sebelumnya, RBA sudah empat kali menaikkan suku bunga sebesar 50 bps, dan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Mei.

RBA memutuskan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter karena suku bunga cash rate dinilai sudah naik terlalu tinggi dalam waktu yang singkat.

Dampak dari suku bunga yang lebih tinggi kemungkinan akan tercermin dalam kinerja perusahaan ketika musim laporan keuangan dimulai dalam dua minggu.

Dari Eropa, bursa saham menguat setelah pemerintah Inggris membatalkan bagian dari rencana pemotongan pajak yang kontroversial.

Menteri Keuangan Kwarteng mengatakan pemerintah Inggris tidak akan memotong tarif pajak penghasilan 45 persen teratas untuk penerima terbesar dan membatalkan dari janji sebelumnya.

Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan anggaran mini senilai 45 miliar euro pada 2026-2027 yang mencakup beberapa pemotongan pajak. Hal itu membuat investor khawatir tentang keberlanjutan tingkat utang Inggris. Ekonomi Inggris diperkirakan akan jatuh ke dalam resesi.

Dari data, indeks harga produsen Zona Euro melonjak sedikit lebih dari ekspektasi pada Agustus, terutama didorong biaya energi yang terus meningkat.

Resesi dinilai sudah semakin nyata. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global yang ditandai dengan jatuhnya perekonomian sejumlah negara. Resesi terjadi karena suku bunga acuan bank sentral di sebuah negara semakin tinggi untuk meredam inflasi.


Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MENGUAT atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight