Menuju konten utama
IHSG Hari Ini 21 Maret 2022

IHSG Dibuka Melemah Terbatas di Tengah Bursa Global di Zona Hijau

IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin (21/3/2022) pagi di tengah penguatan bursa saham global.

IHSG Dibuka Melemah Terbatas di Tengah Bursa Global di Zona Hijau
Pegawai melintas di dekat monitor pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (21/3/2022) pagi pukul 09.00 WIB di zona merah pada angka 6.945. Posisi tertinggi IHSG pagi ini berada di level 6.957 adapun pergerakan terendah pagi ini terjadi di level 6.945.

IHSG sudah diperdagangkan dengan volume 476.799 juta lembar dan nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp379,2 miliar untuk 37.031 kali perdagangan. Kemudian pagi ini setidaknya ada 192 saham yang bergerak menguat dan 83 saham melemah sementara 230 sisanya ada di posisi stagnan.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan menjelaskan, secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low dengan volume yang tinggi serta stochastic membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan.

"Pergerakan akan ditopang optimisme kondisi perang Rusia-Ukraina akan lebih baik setelah Joe Biden berbicara dengan Xi Jinping. Sehingga diperkirakan rentang pelemahan akan terbatas," jelas dia dalam analisa harian, Senin (21/3/2022).

Di sisi lain saat IHSG pagi ini mengalami pelemahan, indeks saham global ditutup berada di zona hijau. Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 34.754 (+0,8%), NASDAQ ditutup 13.893 (+2,05%), S&P 500 ditutup 4.463 (+1,17%). Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Jumat dengan dorongan terbesar dari saham-saham sektor teknologi.

Bursa Wall Street juga mendapat angin segar setelah pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengenai krisis Ukraina berakhir tanpa kejutan besar.

Investor juga merasa lega dengan melambatnya kenaikan harga minyak mentah dunia. Sebab investor terus mencerna kenaikan suku bunga Federal Reserve dan rencana agresif The Fed untuk kenaikan bunga lebih lanjut yang bertujuan memerangi lonjakan inflasi.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri