tirto.id - Pada tahun ini, IDN kembali menggelar forum diskusi Fortune Indonesia Summit 2026 yang mengangkat tema kepemimpinan adaptif serta kolaborasi lintas sektor. Acara tersebut diselenggarakan di Ballroom The Westin Jakarta, Kamis (13/02/2026).
Founder dan CEO IDN, Winston Utomo, dalam pidato pembukanya menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh semata-mata berfokus pada valuasi.
“Valuasi bisa menarik perhatian, tetapi value yang menentukan ketahanan. Kita harus membangun bisnis yang menciptakan nilai nyata, bukan sekadar pertumbuhan angka,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima tirto pada Rabu (18/2/2026).
Dalam sesi talkshow bertajuk “Crafting the New Way of Leadership”, President Director Samudera Indonesia, Bani M. Mulia, bersama Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa, membahas transformasi kepemimpinan di tengah perubahan lanskap industri global. Mereka menekankan pentingnya membangun organisasi yang tangguh serta pengambilan keputusan berbasis data.
Bani M. Mulia juga menegaskan bahwa mentorship tidak hanya berasal dari CEO terdahulu atau atasan, tetapi dapat datang dari seluruh lapisan organisasi, mulai dari staf senior hingga tim yang lebih muda. Menurutnya, wawasan kepemimpinan dapat diperoleh dari siapa pun yang memiliki pengalaman berbeda, tanpa memandang usia maupun jabatan formal.
Sesi lain bertema “Where Growth Meets High-Net-Worth” menghadirkan Managing Director Southeast Asia Sotheby’s, Jasmine Prasetio, serta Chief Operating Officer Central Mega Kencana, Petronella Soan. Diskusi tersebut menyoroti strategi pertumbuhan dan pengelolaan kekayaan dengan menekankan keselarasan nilai individu dan perusahaan sebagai fondasi kepercayaan jangka panjang.
Pembahasan mengenai peran teknologi sebagai penggerak nilai bisnis mengemuka dalam sesi “Reframing Technology: From Expense to Value” yang menghadirkan Founding Partner Intudo, Patrick Yip; Co-founder & CEO Jago Coffee, Yoshua Tanu; serta CEO F&B ID – Kawan Lama Group, Devin Widya Krisnadi. Mereka menilai keseimbangan antara inovasi digital dan sentuhan manusia menjadi kunci keberlanjutan bisnis.
Dalam sesi bertajuk “What Customers Really, Really Want”, Deputy CEO Erajaya Group, Hasan Aula, dan Chief Marketing Officer AstraPay, Reny Futsy Yama, membahas pergeseran ekspektasi konsumen, khususnya generasi milenial dan Gen Z, yang semakin menuntut personalisasi serta pengalaman berkualitas.
Selain forum diskusi, ajang ini juga menghadirkan penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World 2025 kepada sejumlah perusahaan yang dinilai menjalankan inisiatif bisnis berdampak positif, di antaranya Pertamina, Telkom Indonesia, Bank Central Asia, Bank Mandiri, Unilever Indonesia, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Penghargaan FORTUNE Indonesia 40 Under 40 tahun 2026 turut menjadi sorotan dengan menampilkan para pemimpin muda berpengaruh, seperti CEO & Co-founder INDODAX, William Sutanto, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, serta Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, Ben Widjaja.
Melalui rangkaian diskusi dan apresiasi tersebut, Fortune Indonesia Summit 2026 menegaskan komitmennya sebagai platform strategis bagi para pemimpin bisnis dan pengambil keputusan dalam merumuskan arah pertumbuhan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























