tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memamerkan kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola institusinya dalam upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Di hadapan Presiden, Kapolri mengklaim seluruh dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bentukan polisi berhasil mempertahankan status zero accident atau tanpa insiden keracunan pangan.
"Sampai dengan saat ini alhamdulillah SPPG Polri berhasil mempertahankan zero accident," kata Sigit dalam sambutan di upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Sigit menerangkan, capaian tersebut didukung penerapan standar keamanan pangan yang diterapkan di setiap dapur MBG. Dia menerangkan, berbagai fasilitas penunjang telah disiapkan, mulai dari tandon air berbahan stainless, sistem penyaringan air dan reverse osmosis, water heater, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), steamer food, hingga perangkat pengujian kualitas makanan.
Langkah itu, kata dia, dilakukan agar seluruh proses pengolahan makanan memenuhi prinsip food safety secara konsisten. Hingga saat ini, terdapat 1.415 SPPG dari target 1.500 yang telah dibangun.
"828 dapur telah beroperasi, 227 unit memasuki tahap operasional, sedangkan 360 unit masih dalam proses pembangunan. Sebanyak 33 SPPG di antaranya dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ungkap dia.
Seluruh SPPG tersebut, kata dia, diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat dan menyerap 70,7 ribu pekerja. SPPG yang dikelola Polri pun terus melengkapi berbagai standar pelayanan.
Hingga kini telah diterbitkan 348 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 146 sertifikat jaminan produk halal, 285 sertifikat uji laboratorium air, serta didukung 305 chef yang telah menjalani pelatihan. Untuk mendukung kualitas menu, Polri juga menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang memuat puluhan pilihan menu bergizi.
"Serta telah menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang berisi 80 menu beragam, sehingga dapat menambah variasi makanan serta memastikan terpenuhinya standar nutrisi," ujar dia.
Lebih lanjut disebutkan Sigit, Polri juga telah membangun 775 unit jembatan Merah Putih Presisi di seluruh dunia, di mana 711 di antaranya sudah selesai dibangun dan 64 masih dalam proses. Kemudian, telah dilakukan pembangunan ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok tani, peternak, nelayan, dan koperasi.
"Kami juga menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, serta pengembangan pupuk presisi berbasis batu bara yang dapat menaikkan pH tanah sekaligus merestorasi unsur hara, hingga pengembangan 29 gudang ketahanan pangan Polri," tutur Sigit.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































