Menuju konten utama

Hoaks, Wayan Koster Bagikan Rp100 Juta Lewat Kuis Susun Kata

Pemerintah Provinsi Bali menyatakan bahwa informasi terkait pembagian dana ratusan juta adalah tidak benar dan akun "wyn kstr" adalah akun palsu.

Hoaks, Wayan Koster Bagikan Rp100 Juta Lewat Kuis Susun Kata
Periksa fakta I Wayan Koster. foto/hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Gubernur Bali I Wayan Koster membagikan dana ratusan juta untuk masyarakat Bali melalui kuis menyusun kata dan mengirim jawaban melalui messenger.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “wyn kstr” (arsip) pada Jumat (24/7/2026). Unggahan video berdurasi 10 detik tersebut memperlihatkan I Wayan Koster mengumumkan pemberian dana tersebut dan di bagian bawah video terlihat Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) salah satu ikon terkenal di Bali.

Swastiastu, saya I Wayan Koster, membagikan uang tunai 100 juta buat kamu yang sudah berhasil menyusun kata dibawah ini. Kirim jawabanmu dikirim pesan.” Begitu narasi yang diucapkan Wayan dalam video.

Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (28/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 495 tanda suka, 562 komentar, 22 kali dibagikan, dan 155 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan harapan mendapatkan dana tersebut. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook "i Wayan Koster," namun dengan kuis susun kata yang berbeda dari unggahan sebelumnya.

Lantas, benarkah Gubernur Bali membagikan dana melalui kuis di media sosial?

Periksa fakta I Wayan Koster

Periksa fakta I Wayan Koster. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi kebenaran klaim, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Ditemukan bahwa akun tersebut merupakan akun pribadi yang mengatasnamakan jasa keuangan, memiliki 15 pengikut, dan baru memperbarui foto profilnya dengan gambar Wayan pada 22 Juli 2026. Adapun Facebook resmi milik Pemerintah Provinsi Bali memiliki 39 ribu pengikut. Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukan resmi milik Gubernur Bali ataupun milik pemerintah.

Kemudian, Tirto menemukan video identik pada akun Facebook “Pemimpin Era Baru” yang menyebutkan bahwa Wayan Koster menjawab pertanyaan dari masyarakat di media sosial terkait Bali Era Baru dengan tajuk “Bapak Wayan Koster Menjawab.”

Terima kasih atas pertanyaannya. Bali Era Baru yang saya maksudkan merupakan implementasi dari visi Nangun Satkriter Loko Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru untuk menjaga keharmonian alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Alam Bali harus bersih, indah, lestari. Masyarakat Bali harus maju, sejahtera, bahagia, berkualitas, dan profesional. Dan budayanya terjaga dengan baik meliputi adat istiadat tradisi seni serta karibat lokal dalam memasuki kehidupan masyarakat yang ditandai dengan pengaruh dan intervensi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi digital yang membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Kita sebagai bagian dari masyarakat dunia, masyarakat Bali ini tidak bisa menghindarkan diri dari perkembangan kehidupan global.” Demikian jelas Wayan dalam video “Bapak Wayan Koster Menjawab.”

Tirto juga menelaah video secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara yang terdengar kaku, tidak natural dan Wayan banyak berkedip saat berbicara. Karakteristik seperti ini sering ditemukan pada konten yang diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, hasil pemeriksaan menggunakan tools pendeteksi AI, seperti Hive Moderation, AI or NOT, dan ZeroGPT tidak ditemukan adanya penggunaan AI dalam video.

Walaupun demikian, Pemerintah Provinsi Bali dalam akun Instagram resminya @pemprov_bali menyatakan bahwa informasi terkait pembagian dana ratusan juta rupiah melalui chat messenger adalah tidak benar dan berpotensi pada penipuan.

HOAX. Unggahan yang mengklaim Gubernur Bali Wayan Koster membagikan dana bantuan ratusan juta rupiah melalui

Messenger adalah INFORMASI PALSU.

Jangan klik tautan mencurigakan.

Jangan mengirim data pribadi.

X Jangan memberikan kode OTP atau informasi rekening.

Pastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi

pemerintah dan sumber terpercaya.

Saring sebelum sharing. Jangan sampai menjadi korban penipuan digital.

#Hoax #CekFakta #StopHoax #Bali #LiterasiDigital

https://www.facebook.com/share/p/1CtkCJ7d8y/” begitu keterangan dalam unggahan Pemprov Bali.

Senada dengan hal tersebut dalam laman Bali Berkarya, akun media sosial “wyn kstr” disebutkan sebagai akun palsu dan bukan milik Gubernur Bali.

Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai akun media sosial “wyn kstr” yang mencatut nama, foto, wajah, dan suara Gubernur Bali Wayan Koster. Akun tersebut dipastikan bukan akun resmi Gubernur Bali dan diduga digunakan untuk modus penipuan dengan iming-iming hadiah.” Begitu keterangan dikutip Bali Berkarya.

Modus yang digunakan yaitu dengan menyebarkan video dan menawarkan game berhadiah hingga Rp100 juta untuk menarik perhatian masyarakat.

Pemprov Bali mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya, tidak memberikan data pribadi, dan tidak mengikuti tautan maupun instruksi dari akun yang mencurigakan. Adapun langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari penipuan yaitu:

✅ Periksa keaslian akun sebelum mengikuti informasi.

✅ Jangan membagikan data pribadi, OTP, PIN, atau informasi perbankan.

✅ Jangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya.

✅ Segera laporkan akun yang mencatut identitas pejabat untuk kepentingan penipuan.

Dengan demikian, informasi tersebut bukan berasal dari sumber resmi dan terindikasi sebagai penipuan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan Gubernur Bali I Wayan Koster membagikan dana Rp100 juta melalui kuis berhadiah susun kata pada akun media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Faktanya, Wayan tidak pernah membagikan dana melalui akun tidak resmi dan video asli diambil ketika Wayan menjawab pertanyaan terkait Bali Era Baru.

Pemerintah Provinsi Bali menyatakan, informasi terkait pembagian dana ratusan juta adalah tidak benar dan akun Facebook "wyn kstr" adalah akun palsu.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait I WAYAN KOSTER atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto