Hari Olahraga Nasional 9 September: Kenali Ciri Tubuh Sehat & Bugar

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 9 September 2020
Dibaca Normal 3 menit
Hari Olahraga Nasional 2020: Ketahui tanda-tanda tubuh sehat dan bugar.
tirto.id - Hari Olahraga Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 9 September dan bertepatan dengan hari ini, Rabu (9/9/2020).

Awal Peringatan Hari Olahraga Nasional


Peringatan Hari Olahraga Nasional tahun ini merupakan yang ke-39 dan penetapannya berdasarkan tanggal pertama kali Pekan Olahraga Nasional (PON) diadakan di Indonesia setelah kemerdekaan, yakni pada PON yang diadakan di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 9 September 1948.

Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional, pola hidup dengan berolahraga secara teratur perlu diterapkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang bisa pula berdampak positif pada tubuh.

Tingkat kebugaran umumnya dapat dilihat dari kegiatan seperti seberapa jauh seseorang dapat berlari, seberapa banyak beban yang bisa angkat, atau berapa banyak kelas olahraga yang mampu diikuti.

Namun, menurut laman Insider, faktor-faktor itu bukanlah hal yang benar-benar menentukan apakah seseorang bugar atau tidak.


Tanda Tubuh Sehat dan Bugar


Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional, berikut ini ciri-ciri tubuh sehat dan bugar yang perlu diketahui:

1. Bisa menyentuh jari kaki

Fleksibilitas mungkin bukan sesuatu yang bisa dikerjakan secara teratur selama latihan, tetapi ini adalah komponen penting dalam hal kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

Menurut Harvard Health Letter, peregangan yang meningkatkan kelenturan membantu memperpanjang otot, mencegah cedera, dan membuat seseorang bebas dari rasa sakit. Anda tidak harus bisa memelintir diri sendiri agar dianggap fleksibel.

"Jika Anda dapat menyentuh jari-jari kaki Anda, itu berarti Anda memiliki fleksibilitas yang cukup baik," ujar Franklin Antoian, pelatih pribadi dan pendiri iBodyFit.com.

Lakukan dengan cara berdiri, lalu tekuk pinggang, dan coba sentuh jari-jari kaki. Hanya gerakan sederhana itu yang dapat membantu menentukan dari mana seseorang memulai saat berhubungan dengan fleksibilitas, serta apakah Anda mungkin perlu mulai melakukan peregangan lebih teratur.

2. Detak jantung turun dengan cepat usai berolahraga

Perhatikan tentang bagaimana tubuh bereaksi setelah selesai berolahraga. Apakah Anda kehabisan napas untuk beberapa saat dan terasa lelah setelah semua latihan itu? Atau justru lebih cepat memulihkan diri?

Jika seseorang dalam kondisi baik, maka detak jantungnya akan kembali normal, dan orang-orang yang mungkin tidak terbiasa berolahraga atau sedang tidak dalam kondisi prima akan merasa terengah-engah dan mencoba mengatur napas.

Namun jika melakukan latihan intensitas tinggi dalam keadaan terburu-buru dan melewatkan pendinginan, Anda mungkin kesulitan bernapas.

Tetapi jika mendinginkan tubuh dengan benar dan detak jantung kembali ke detak istirahat, itu adalah indikator yang cukup bagus bahwa seseorang dalam kondisi yang baik.

3. Tidak memiliki kelebihan lemak di perut atau paha

Ini tidak dimaksudkan untuk mempermalukan penampilan orang, tetapi ada kaitan antara kelebihan lemak tubuh dan tingkat kebugaran.

Tidak adanya lapisan lemak di perut atau paha bisa menjadi indikator bahwa tingkat kebugaran seseorang mungkin sedikit lebih baik dari yang diharapkan, bahkan jika orang itu tidak menghabiskan banyak waktu untuk latihan di treadmill.

4. Tubuh bisa bergerak dengan mudah.

Kondisi ini memang tampak sepele, tetapi gerakan tanpa rasa sakit dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

Mampu bangun dari kursi dengan mudah, atau bisa berjalan jauh tanpa bersusah payah adalah indikator kecil yang menentukan seseorang dalam kondisi yang lebih baik daripada sering berhenti saat berjalan karena merasa kesakitan.


5. Mulai berkeringat di awal aktivitas.

Berkeringat lebih awal (dan sering) selama latihan adalah hal yang baik, dan orang yang lebih mudah berkeringat cenderung lebih bugar.

Jadi, jika Anda dan seorang teman berjalan bersama dan Anda mulai berkeringat sebelum dia, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda lebih terbiasa untuk berolahraga.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology: Respiratory, Environmental and Exercise Physiology menemukan bahwa atlet wanita yang telah berlatih secara teratur akan mengeluarkan keringat lebih cepat daripada mereka yang tidak sering berolahraga.

Jika merasa kepanasan, mereka yang sering berkeringat cenderung cepat untuk mendinginkan diri. Jadi jika merasa berkeringat dengan cepat setelah mulai bergerak, itu pertanda baik. Jangan lupa untuk menghidrasi tubuh dengan sering minum air.

6. Dapat menyelesaikan tugas setiap hari

Jika dapat menyelesaikan hal-hal yang perlu dilakukan setiap hari seperti mencuci, mengemudi, dan lain-lain secara mandiri, tanpa membutuhkan bantuan dari teman dan keluarga, kemungkinan Anda benar-benar lebih bugar dari yang dipikirkan

Namun bila mulai membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan beberapa atau semua tugas harian, itu bisa menjadi tanda cedera atau penyakit, yang tentu saja terkait dengan tingkat kebugaran. Tetap aktif dan lebih banyak bergerak dapat membantu membuat seseorang bugar lebih lama.

7. Postur tubuh sempurna atau mendekati sempurna

Seperti halnya fleksibilitas, postur tubuh yang baik sangat penting untuk menjaga tubuh aman dari cedera, baik saat sedang berolahraga, di tempat kerja, atau hanya duduk di sofa.

Menurut Harvard Healthbeat, postur tubuh yang baik juga bisa berarti keseimbangan yang baik, dan bagi seorang atlet, postur bisa sangat berguna.

Ini juga dapat menunjukkan bahwa otot inti dan otot kaki Anda kuat, yang merupakan nilai tambah yang pasti.

8. Melakukan gerakan olahraga dengan mudah

Meski tidak berolahraga secara teratur, tetapi jika mampu mengikuti gerakan olahraga dengan baik, maka tubuh kemungkinan dalam keadaan sehat dan bugar.

Anda tidak harus berolahraga dengan serius untuk mendapatkan manfaatnya. Faktanya, meskipun melakukan olahraga sesekali tetapi bisa mengikuti gerakan dengan baik, itu menandakan tubuh bugar.

9. Menolak duduk sepanjang hari

Tahukah Anda bahwa duduk sepanjang hari akan berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, semakin lama duduk, semakin besar risiko orang meninggal akibat komplikasi dan diagnosis terkait.

Duduk kurang dari sekitar 30 menit pada satu waktu dan kemudian bangun untuk meregangkan tubuh dan bergerak akan memberikan hasil terbaik dan risiko kematian dini terendah.

Jika rutin berdiri dan berjalan di sekitar kantor atau rumah secara teratur, atau jika bekerja di depan meja, sering-seringlah berdiri dan bergerak, karena kondisi ini bisa membuat tubuh lebih bugar dan sehat.


Baca juga artikel terkait HARI OLAHRAGA NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight