Menuju konten utama

Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax Tembus Rp30.000 per liter

Harga keekonomian BBM RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax) di negara lain rata-rata sudah di atas Rp30.000 per liter.

Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax Tembus Rp30.000 per liter
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan pendapat akhir pemerintah dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2020). ANTARA FOTO/Didik Setiawan/wpa/hp.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mencatat, harga keekonomian BBM RON 90 (Pertalite) maupun RON 92 (Pertamax) di negara-negara lain rata-rata sudah di atas Rp30.000 per liter. Tingginya harga keekonomian tersebut didorong oleh lonjakan harga minyak dunia akibat dampak perang Rusia dan Ukraina.

"Sekarang ini harga minyak dunia sudah di atas 100 - 120 dolar AS per barel. Harga keekonomian BBM RON 90 maupun RON 92, rata-rata di atas Rp30.000," kata Arifin dalam pernyataannya, Senin (27/6/2022).

Tingginya harga keekonomian tersebut menurutnya, perlu segera diantisipasi. Sebab situasi krisis energi tidak bisa diperkirakan selesai tahun ini atau akan berlangsung lebih lama lagi.

Meski demikian, Arifin menjamin harga BBM di Indonesia bisa jauh lebih murah dari negara-negara luar. Untuk jenis bahan bakar seperti Pertalite (RON 90) saat ini masih dijual Rp7.650 per liter. Sementara Pertamax (RON 92) dijual seharga Rp12.500 per liter.

"Makanya, kita perlu mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan BBM seefisien mungkin. Ini berdampak pada (membengkaknya) alokasi subsidi," ujarnya.

Di sisi lain, Arifin juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk menjaga level keamanan stok BBM dan memperbaiki operasional logistik. Tujuannya untuk memastikan keterjangkauan akses energi dan memangkas biaya produksi agar lebih murah.

"Ini masih terlalu sederhana, kita minta perbaiki logistiknya supaya bisa lebih hemat dan efisien," tandasnya.

Baca juga artikel terkait HARGA PERTALITE atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang