Menuju konten utama

Gus Ipul Tekankan Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan seluruh unit di Kemensos harus berkolaborasi sekaligus menjaga integritas dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Tekankan Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memimpin rapat internal yang dihadiri seluruh jajaran pejabat Kementerian Sosial di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (4/8/2026). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja di Kementerian Sosial (Kemensos). Karena itu, ia meminta setiap unit berkolaborasi dan menjalankan perannya masing-masing agar program prioritas pemerintah tersebut dapat berjalan optimal.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat internal yang dihadiri jajaran pejabat Kemensos di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga melibatkan berbagai fungsi di lingkungan Kemensos, mulai dari rehabilitasi sosial, pemberdayaan, hingga perlindungan dan jaminan sosial.

"Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya adalah ini bisnis semua UKE, bisnis semua unit kerja. Karena di sana ada anak-anak yang perlu direhabilitasi, karena memiliki masalah-masalah tertentu, karena di Sekolah Rakyat juga butuh pemberdayaan yang menjadi rangkaian dari perlindungan dan jaminan sosial," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif agar seluruh unit tidak bekerja secara terpisah, melainkan bergerak bersama dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan yang berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui program tersebut, anak-anak dari keluarga miskin memperoleh pendidikan berasrama secara gratis, sementara keluarga mereka juga menerima intervensi sosial secara terpadu.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar proses pengentasan kemiskinan tidak hanya menyasar anak sebagai peserta didik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Orang tuanya diberi perlindungan dan jaminan sosial, orang tuanya diberi PBI, orang tuanya direhabilitasi, orang tuanya didorong untuk bisa lebih berdaya, sehingga antara anak dan keluarganya menjadi kesatu-kesatuan untuk diintervensi secara bersama-sama agar mereka graduasi," katanya.

Dalam rapat tersebut, Gus Ipul juga meminta seluruh jajaran melakukan perencanaan yang matang untuk mendukung target penambahan Sekolah Rakyat yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengungkapkan Presiden memberikan tambahan target pembangunan sekolah permanen.

"Sekolah Rakyat ada target tambahan dari Presiden, kalau sekarang sudah 100 (gedung), sekarang dalam proses itu 100 lagi sampai 150. Sehingga tahun depan itu ada (sekitar) 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang bisa menampung sekurang-kurangnya itu 140 ribu (siswa)," ujarnya.

Selain proses rekrutmen peserta didik, Gus Ipul menyoroti pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa. Ia mengingatkan seluruh tim pengadaan agar bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas dengan mengedepankan perencanaan yang tepat serta harga yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jadi sekarang ini memang nggak bisa main-main, nggak bisa kita otak-atik gitu loh, udah nggak jamannya lagi. Itu yang saya pesankan betul ini kepada seluruh tim pengadaan di Kementerian Sosial," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga membahas sejumlah agenda strategis Kemensos untuk tahun 2027, antara lain percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta penguatan program graduasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Plt. Inspektur Jenderal Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus Menteri, Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta pejabat terkait lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis