Menuju konten utama

Gerilyawan Suriah Dituduh Cemari Sumber Air di Damaskus

Air minum telah habis di Damaskus selama tiga hari belakangan. Pemerintah Suriah menuduh gerilyawan mencemari sumber airnya.

Gerilyawan Suriah Dituduh Cemari Sumber Air di Damaskus
Pejuang pemberontak berjalan di garis depan Al-Breij, daerah Manasher al-Hajr, Aleppo, 7 Januari 2015. REUTERS / Hosam Katan

tirto.id - Pemerintah Suriah menuduh gerilyawan mencemari sumber air yang memasok ibu kota Damaskus. Air minum telah habis di Damaskus selama tiga hari belakangan. Dinas Pemasok Air Kota Damaskus mengatakan bahwa pemerintah lokal berusaha memanfaatkan pasokan air cadangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan air untuk lebih dari lima juta warganya.

"Serangan gerilyawan telah ditujukan ke semua sumber air yang memasok Damaskus dan daerah sekitarnya," kata Dinas Pemasok Air Kota Damaskus sebagaimana dilaporkan Xinhua, Selasa (27/12/2016) pagi. Mereka memprediksi bahwa kondisi pasokan air akan lebih baik dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, harian pro-pemerintah Al-Watan melaporkan gerilyawan di Daerah Wadi Barada dan Ain Al-Figeh di bagian barat-laut Damaskus telah mencemari air minum dengan bahan bakar diesel. Sebaliknya, pemerintah ingin mengirim air dari sumur cadangan.

Militer Suriah melancarkan pemboman gencar ke posisi gerilyawan di Ain Al-Figeh, dan mengerahkan pendukung untuk mempersiapkan tahap kedua operasi militer di sana.

Berbagai upaya untuk mewujudkan perujukan antara gerilyawan dan pemerintah telah dilancarkan di tengah laporan mengenai ketidak-sepakatan antara gerilyawan dan Front An-Nusrae, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida dan mencemari air minum.

Di sisi lain, Radio Sham FM dengan mengutip para pejabat di lembaga pemasok air melaporkan satu rencana darurat diberlakukan untuk menyediakan air buat warga sebanyak 30 sampai 35 liter per hari. Gerilyawan, katanya, telah memasang perangkap di mata air di Ain Al-Figeh, dan mengalihkan air ke Sungai Barada untuk mengurangi air ke ibu kota.

Kekurangan air telah membuat warga Damaskus menggunakan botol air, sementara pemerintah mengirim bertruk-truk air botol ke pelosok kota guna menjual air dengan harga resmi dan mencegah upaya monopoli. Gerilyawan memang telah berulangkali berusaha memanfaatkan air sebagai senjata guna menekan pemerintah agar menghentikan serangannya terhadap gerilyawan di tempat sumber air berada.

Baca juga artikel terkait SURIAH atau tulisan lainnya dari Akhmad Muawal Hasan

tirto.id - Politik
Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan