Geliat Ekonomi Berbagai Sektor 'Buah Manis' Hasil MotoGP Mandalika

Reporter: Dwi Aditya Putra - 23 Mar 2022 11:00 WIB
Dibaca Normal 5 menit
Ajang balapan MotoGP Mandalika 2022 sudah berakhir. Apa saja dampak perekonomian bagi Indonesia?
tirto.id - Mengenakan jas putih dipadu celana hitam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat serius berbincang dengan CEO Dorna, Carmelo Ezpelate. Pembahasan itu, seputar kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP Mandalika 2022.

"Saya sampaikan kita siap," tegas Presiden Jokowi melalui akun Youtube Setpres, usai pertemuan di Istana Bogor, Selasa (11/3/2019) lalu.

Pengalaman Indonesia yang sebelumnya sukses menggelar ajang olahraga internasional seperti Asian Games dan Asian Para Games, menjadi modal dan optimisme besar Jokowi. Apalagi, Indonesia juga pernah menyukseskan ajang MotoGP pada 1997 lalu, di Sentul, Jawa Barat.

Dalam perjanjian antara Dorna dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Indonesia mendapatkan kontrak untuk menggelar MotoGP selama tiga musim. Lokasi sirkuit ditetapkan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemilihan lokasi itu dinilai tepat, karena menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. Indonesia bahkan bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus. Pertama, dari sisi olahraga, dan kedua, sektor pariwisata.

"Pariwisata kita secara brand akan terangkat dan Mandalika akan mendapatkan manfaat karena investasi ini," ujar Presiden Jokowi.

Tidak menunggu waktu lama. Kesiapan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP dibuktikan secara serius. Kepala Negara langsung meminta menterinya untuk menghitung kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur sirkuit di Mandalika.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontorkan Rp2,48 triliun untuk penyelenggaraan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Alokasi anggaran tersebut, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Uang kita (APBN) turut berkontribusi dalam mendukung perhelatan akbar ini," kata Sri Mulyani dikutip dari laman instagram pribadinya @smindrawat, Senin (21/3/2022).

Dukungan APBN diberikan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Rp1,3 triliun. Kemudian anggaran Kementerian/Lembaga sebesar Rp1,18 triliun, insentif bea masuk dan pajak impor Rp10,41 miliar.

"Seluruh dukungan tersebut diberikan demi kelancaran acara yang sudah dinanti-nantikan ini," kata dia.

Pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah tak seberapa, jika dibandingkan dengan hasil didapat dari perhelatan internasional itu. Direktur PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati memproyeksikan perputaran uang di ajang balapan motor dunia tersebut bisa mencapai Rp3 triliun.

"Kita melihat lebih ke dampak secara daerah dan nasional. Jadi kalau pre-event saja, sebelum ini ya, itu sekitar Rp500 miliar berputar di sini. Nah, sekarang event-nya naik enam kalinya," kata Nicke di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Minggu (20/3/2022).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir melihat, dampak dari gelaran acara internasional ini akan besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Baik secara lokal maupun nasional di kuartal I (Januari-Maret) 2022.

"Dampaknya akan dapat meningkatkan PDB triwulan 1-2022 NTB dan Indonesia," kata Iskandar saat dihubungi Tirto, Senin (21/3/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp33,06 triliun di kuartal I-2021 lalu. Pertumbuhan tersebut, terkontraksi 1,13 persen jika dibanding posisi kuartal I-2020.

Sementara, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi minus 0,74 persen. Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu kembali ke zona positif, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II-2020. Kala itu, ekonomi RI minus 5,32 persen.

Meski begitu, Iskandar belum bisa memastikan berapa besaran sumbangsih terhadap ekonomi lokal dan Indonesia dari penyelenggaraan MotoGP tersebut. Sebab, hingga kini pemerintah masih mengkaji dan menghitung secara luas dampak dari ekonomi usai perhelatan ini selesai.

"Dampaknya memang harus dikaji dulu dan saat ini kami belum menghitungnya secara rinci," ujarnya.


MotoGP Mandalika 2022 dan Ekonomi Daerah


Direktur Riset Center of Reform Economic (CORE), Piter Abdullah mengatakan, secara nasional gelaran MotoGP Mandalika tidak akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, dampak ini bakal terasa bagi pendapatan daerah NTB.

"Bagi perekonomian lokal mungkin lebih terasa. Tapi bagi perekonomian nasional tidak akan cukup besar," kata Piter saat dihubungi Tirto, Selasa (22/3/2022).

Pertumbuhan ekonomi NTB, diperkirakan bakal menyentuh 5 persen sepanjang 2022. Pertumbuhan tinggi itu merupakan buah manis dari penyelenggaraan MotoGP yang digelar secara singkat. Serta adanya pelonggaran mobilitas masyarakat dan Pelaku Perjalanan Luar Megeri (PPLN).

"Pertumbuhan ekonomi NTB ini bisa diperkirakan mencapai 5 persen sepanjang 2022," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira dihubungi terpisah.

Dari aspek ekonomi, Piter Abdullah justru melihat hal berbeda. Perhelatan MotoGP ini bisa dijadikan rujukan untuk membangkitkan kembali pariwisata mancanegara dan juga domestik pasca pandemi COVID-19. Sejak pandemi, sektor pariwisata Indonesia mengalami mati suri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif atau dari Januari hingga September 2021, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya 1,1 juta orang. Bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,59 juta, jumlah ini menurun 67 persen yoy (year on year).

Sementara data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Kemenparekraf/Baparekraf yang dirilis 11 Desember 2021 menunjukkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk selama Oktober 2021 berjumlah 151.032 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar -0,83 persen dibandingkan Oktober 2020 yang berjumlah 152.293 kunjungan.

"Pemerintah bisa mengupayakan berbagai event-event olahraga internasional seperti MotoGP di cabang olahraga lainnya. Kalau event-nya banyak, dampaknya akan jauh lebih besar. Wisatawan datang, pariwisata bangkit. Pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik," jelas Piter.


Geliat Ekonomi usai MotoGP Mandalika


Pelaksanaan MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat telah usai pada Minggu (20/3/2022) kemarin. Gelaran skala internasional tersebut berhasil meningkatkan berbagai lini sektor, mulai dari perhotelan, pariwisata, UMKM, hingga transportasi.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini mengakui, acara MotoGP Mandalika, memberikan dampak signifikan terhadap hotel dan restoran di wilayah NTB. Tingkat okupansi hotel bahkan nyaris menyentuh 100 persen.

"Kalau kita bicara okupansi hotel dengan adanya MotoGP ini 95 persen," kata dia kepada Tirto.

Untuk sisanya, 5 persen tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Sembalun dan Tiga Gili. Tingkat okupansi di dua wilayah itu terbilang minim, akibat jarak ke lokasi yang cukup jauh. "Di situ bukan kosong sama sekali ada. Cuma tidak banyak ada kamar-kamar terisi," imbuhnya

Dia menambahkan, selama ini PHRI NTB terus melakukan upaya promosi kepada wisatawan agar mereka mau datang. Promosi tidak hanya dilakukan pada saat MotoGP, akan tetapi sudah dilakukan jauh sebelum itu. "Sehingga wisatawan seperti sekarang banyak yang datang itu salah satu dari hasil promosi juga," jelasnya.

'Buah manis' perhelatan MotoGP rupanya juga dirasakan oleh UMKM. Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki memperkirakan, perputaran uang atau transaksi UMKM selama MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kabupaten Lombok Tengah bisa mencapai Rp90 miliar.

"Dari 1.300 UMKM yang kita kurasi itu potensi yang kita hitung bisa sampai Rp90 miliar perputaran uang selama event MotoGP," ujar Teten Masduki dikutip Antara.

Dia mengatakan, meski jumlah ini baru perkiraan awal, namun, dengan jumlah penonton mencapai 65 ribu orang dan jumlah UMKM mencapai 1.300 maka angka itu bisa saja terjadi.

"Kalau penonton itu sekali makan aja Rp50 ribu terus hitungannya 3 kali makan dalam sehari dan kalikan selama 4 hari atau 5 hari mereka di sini [Lombok]. Itu baru dari kuliner saja, belum merchandise, aksesoris dan lain-lain," terangnya.

Selain soal berapa rupiah yang diperoleh, Teten melihat manfaat penting lainnya yang bisa didapat dari acara sekelas MotoGP tersebut. Yakni bagaimana UMKM lokal dapat mempromosikan produknya bisa semakin dikenal dunia, sehingga imbasnya bisa menaikkan omset atau pendapatan.

"Makanya ke depan produk apa yang paling diminati di MotoGP itu yang harus jadi prioritas. Kalau makan atau kuliner tidak ada masalah karena pasti banyak yang beli. Tapi souvenir, asesoris atau ekraf yang terkait MotoGP yang nantinya betul-betul harus didorong," katanya.

Dari sisi penerbangan, data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menunjukkan sebanyak total 59 penerbangan tambahan yang terdiri dari 38 extra flight, 14 charter flight, dan 7 positioning flight, dengan jumlah total 9.392 kursi.

Secara total, Kemenhub telah menyiapkan tiga upaya, yakni: penyiapan extra flight, charter flight, dan positioning flight, dengan total sebanyak 168 penerbangan dengan kapasitas total sebanyak 29.300 kursi.

Dari total 168 penerbangan, 135 penerbangannya adalah extra flight dengan kapasitas lebih dari 25.000 kursi.

Sementara, untuk charter flight berjumlah 22 flight berkapasitas sekitar 3.500 kursi. Untuk positioning flight disiapkan sebanyak 11 pesawat untuk bersiaga selama tiga hari pelaksanaan MotoGP.

Dari sisi penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar bahkan mencatat terjadi tren kenaikan signifikan terhitung periode 15 - 20 Maret 2022 saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika di Lombok, NTB. Para penonton acara MotoGP berdatangan cukup banyak baik yang berasal dari luar negeri maupun domestik.

Tercatat kapal feri yang melayani penyeberangan Lembar-Padangbai, Bali sebanyak 26 unit termasuk dua kapal ASDP, KMP Rodhita dan KMP Port Kink II. Pelabuhan Lembar berkapasitas 300 orang dan parkir untuk 250 unit kendaraan. Sedangkan di Padangbai kapasitasnya untuk menampung 300 orang dan parkir bagi 200 unit kendaraan.

Berdasarkan data Posko ASDP, penumpang pejalan kaki yang menyeberang dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, NTB pada periode 15-20 Maret 2022 sebanyak 2.687 orang atau naik 191 persen dibandingkan periode 15-20 Februari 2022.

Diikuti penumpang dalam kendaraan sebanyak 15.699 orang atau naik 292 persen dibandingkan periode sama bulan Februari 2022 sebanyak 5.370 orang.

Lalu, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 4.213 unit atau naik 398 persen dibandingkan realisasi periode sama bulan Februari sebanyak 1.058 unit. Dan roda empat pribadi sebanyak 1.957 unit atau naik 749,8 persen dibandingkan realisasi periode 15-20 Februari 2022.

Terakhir untuk moda bis tercatat 411 unit yang menyeberang dari Bali menuju Lombok atau naik 1.417, 2 persen bila dibandingkan realisasi waktu yang sama bulan Februari sebanyak 29 unit.

Sebaliknya, dari Pelabuhan Lembar, Lombok menuju Padangbai, Bali pada periode 15-20 Maret 2022 tercatat penumpang pejalan kaki yang menyeberang sebanyak 2.024 orang atau naik 412 persen dibandingkan realisasi periode 15-20 Februari 2022.

Diikuti penumpang dalam kendaraan sebanyak 5.646 orang atau naik 153 persen dibandingkan realisasi periode sama bulan Februari 2022 sebanyak 3.674 orang. Lalu, jumlah roda dua tercatat 2.255 unit atau naik 407,8 persen dibandingkan realisasi periode 15-20 Februari 2022 sebanyak 553 unit.

Sedangkan untuk R4 pribadi tercatat 745 unit atau naik 378 persen dibandingkan realisasi periode yang sama bulan Februari sebanyak 197 unit. Terakhir, moda bis tercatat sebanyak 288 unit atau naik 1.515 persen dibandingkan realisasi periode 15-20 Februari 2022 sebanyak 19 unit.

“Benar-benar MotoGP ini menjadi promosi wisata yang sangat besar bagi Mandalika, termasuk untuk ekonomi di Mandalika,” tutup Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari Setkab.

Baca juga artikel terkait MOTOGP MANDALIKA 2022 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Maya Saputri

DarkLight