Sri Mulyani: MotoGP Mandalika Sedot Duit APBN Rp2,48 Triliun

Reporter: Dwi Aditya Putra - 21 Mar 2022 13:48 WIB
APBN diberikan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada ITDC, anggaran Kementerian/Lembaga, dan insentif bea masuk dan pajak impor.
tirto.id - Pemerintah menggelontorkan duit Rp2,48 triliun untuk penyelenggaraan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Uang kita (APBN) turut berkontribusi dalam mendukung perhelatan akbar ini," kata Sri Mulyani dikutip dari laman instagram pribadinya @smindrawat, Senin (21/3/2022). Humas Kementerian Keuangan mengonfirmasi hal tersebut.

Sri Mulyani itu mengatakan dukungan APBN diberikan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Rp1,3 triliun. Kemudian anggaran Kementerian/Lembaga sebesar Rp1,8 triliun, insentif bea masuk dan pajak impor Rp10,41 miliar.

"Seluruh dukungan tersebut diberikan demi kelancaran acara yang sudah dinanti-nantikan ini," kata dia.

Bendahara Negara itu menambahkan, berkat terselenggaranya MotoGP di Sirkuit Mandalika, kegiatan perekonomian penduduk sekitar turut berkembang. Bahkan para pembalap ikut memeriahkan acara dengan menggunakan atribut khas Indonesia, seperti topi caping.

"Mereka juga membagikan momen-momen menyenangkan bersama para pelaku UMKM Lombok selama persiapan acara," kata dia.

Perhelatan MotoGP telah selesai digelar di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022. Gelaran event internasional ini diyakini akan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Benar-benar MotoGP ini menjadi promosi wisata yang sangat besar bagi Mandalika, termasuk untuk ekonomi di Mandalika,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman setkab, Senin (21/3/2022).


Baca juga artikel terkait MOTOGP MANDALIKA 2022 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight