Menuju konten utama

Gelar Vaksinasi Pelajar, Kepala BIN Bidik 12 Ribu Anak Divaksinasi

Program tersebut digelar BIN serentak di 6 provinsi dengan masing-masing 2 ribu dosis vaksin Sinovac.

Gelar Vaksinasi Pelajar, Kepala BIN Bidik 12 Ribu Anak Divaksinasi
Seorang murid SD mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, di Manado, Sulawesi Utara, Senin (5/7/2021). . ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/hp.

tirto.id - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan menargetkan 12.000 anak divaksinasi dalam program vaksinasi pelajar SMP dan SMA.

Budi Gunawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/7/2021), mengatakan program tersebut digelar BIN serentak di 6 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Budi menyebut kasus positif COVID-19 yang menyasar anak-anak cukup tinggi. Oleh karena itu, BIN ditugaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggelar vaksinasi untuk pelajar di sekolah-sekolah.

“Untuk itu, BIN ditugaskan oleh bapak Presiden untuk memvaksin pelajar SMP-SMA guna menyelamatkan generasi penerus bangsa dan penopang keluarga,” kata Budi Gunawan, sepert dilansir Antara.

Ada pun dosis vaksin yang disuntikkan adalah Sinovac dengan target per provinsi sebanyak 2.000 dosis vaksin sehingga total di 6 provinsi sebanyak 12.000 dosis vaksin.

Budi Gunawan sempat meninjau vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA di Sekolah Kesatuan Pelajar, Bogor, Jawa Barat. Budi Gunawan menyebut vaksinasi penting untuk pelajar mengingat penularan COVID-19 cenderung naik.

Ia mengatakan perbandingan kasus aktif yang ada di Indonesia yaitu 9 persen dari seluruh total kasus. Anak-anak, khususnya pelajar rentan tertular dan menjadi penular untuk klaster keluarga.

“Penularan di kalangan pelajar cenderung naik, 1 di antara 9 kasus positif adalah anak-anak dan jumlah anak Indonesia yang tertular COVID-19 sebanyak 9 persen dari total yang terinfeksi,” kata dia.

Budi memaparkan dari data yang ada, sebanyak 2,9 juta kasus positif COVID-19 terdapat 250 ribu anak yang tertular. Anak-anak menjadi spreader (penular) untuk klaster keluarga.

“Selain itu anak menjadi salah satu spreader (penular) di klaster keluarga yang berkontribusi 85 persen dari total kasus positif baru di Indonesia,” ucapnya.

Dengan demikian, katanya, program vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA yang digelar BIN diharapkan dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 serta mengurangi risiko angka kematian karena COVID-19 di Tanah Air.

“Program vaksinasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi COVID-19,” ujarnya.

Selain mendapatkan vaksinasi pada program yang digelar BIN di 6 provinsi itu, kata dia, para pelajar mendapatkan paket vitamin untuk menunjang imun.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 ANAK atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Restu Diantina Putri