Menuju konten utama
Pilpres 2024

Ganjar Akui Korupsi Hambat Investasi di Indonesia

Ganjar bercerita selama 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Tengah, ia selalu mempraktikkan tagline antikorupsi.

Ganjar Akui Korupsi Hambat Investasi di Indonesia
Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024, Ganjar Pranowo menghadiri acara dukungan Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia di Jakarta, Minggu (17/9/2023). tirto.id/Riyan Setiawan

tirto.id - Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024, Ganjar Pranowo merespons dukungan dari Forum Alumni Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting karena mereka memiliki talenta, pengetahuan, dan pengalaman yang baik.

"Beberapa di antaranya sudah bekerjasama dengan saya untuk merumuskan beberapa hal yang penting untuk kita selesaikan dari PR-PR (Pekerjaan Rumah) besar yang ada di republik," kata Ganjar di acara Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia bertajuk "Ganjar Jawab Tantangan Masa Depan Indonesia" di Jakarta, Minggu (17/9/2023).

Perihal kesejahteraan guru, Ganjar akan melakukannya secara bertahap dengan para tenaga pendidik. Sebab, Indonesia mendapatkan bonus demografi yang mesti dikelola dengan baik dan investasi pendidikan harus besar pada saat itu.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun menantang para lulusan 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik, apakah mereka berkenan menjadi dosen atau guru setelah lulus. Pasalnya, selama ini hanya sedikit saja.

"Tapi kalau pendapatan mereka lebih bagus, menurut saya ini bagian cara kita satu menghormati guru dan profesi ini menjadi sangat bergengsi apalagi kita harus mengejar ketertinggalan," ucapnya.

Kemudian permasalahan korupsi juga masih menjadi PR besar. Sebab, jika korupsi masih masuk ke sejumlah sektor, tidak akan mungkin investasi akan masuk ke Indonesia.

Ia bercerita selama 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Tengah, ia selalu mempraktikkan tagline antikorupsi, mulai dari pendidikan, pencegahan, sampai pada penindakannya.

"Kalau kita mau serius, maka itu menjadi penyakit yang musti dibasmi. Mulai regulasinya ditata, kemudian kelembagaannya, dan menempatkan aktor untuk bisa memimpinnya," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait GANJAR PRANOWO atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Politik
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Fahreza Rizky