Menuju konten utama

Gagal Atasi Banjir, Anies Minta BMKG Viralkan Info Cuaca Ekstrem

Informasi cuaca dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta lebih populer dibanding informasi cuaca ekstrem yang disiarkan BMKG.

Gagal Atasi Banjir, Anies Minta BMKG Viralkan Info Cuaca Ekstrem
Sebuah mobil yang terseret arus banjir melintang di jalan di Kompleks IKPN Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta, Jumat (3/1/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar memviralkan peringatan dini cuaca ekstrem dan intensitas hujan lebat periode 5-12 Januari 2020.

Saat bertemu dengan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Anies bilang informasi cuaca ekstrem tak menjadi bahan percakapan publik.

Namun, informasi viral soal cuaca justru terjadi saat lembaga yang menyampaikan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

"Ini menarik. BMKG itu mengeluarkan hal yang sama, tapi enggak viral. Menurut saya harus dibantu agar informasi dari BMKG itu menyebar," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Menurutnya, sudah saatnya publik mendorong agar informasi dari BMKG mendapatkan perhatian lebih. Agar publik, kata dia, juga menjadi tahu terkait kondisi cuaca dan sebagainya.

"Jadi yang dikeluarkan oleh terutama Kedutaan Amerika itu juga sudah dikeluarkan oleh BMKG. Dan seluruh jajaran kami merespons itu," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menerangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memiliki satu jalur informasi khusus dari BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta terkait kondisi cuaca. Klaimnya, Pemprov DKI mengetahui informasi peringatan dini cuaca ekstrem.

"Dari BPBD disebar ke seluruh jajaran [Pemprov DKI Jakarta]," terangnya.

Meski demikian, klaim Anies ini bertolak belakang dengan fakta di lapangan saat terjadi banjir di awal tahun 2020. Sistem peringatan dini dinilai tak berfungsi maksimal meski sudah ada aliran informasi khusus dari BMKG kepada Pemprov DKI. Sejumlah pompa di wilayah Jakarta Barat bahkan tak berfungsi saat terjadi banjir. Sebelum terjadi banjir, BMKG juga sudah memeringatkan intensitas musim hujan pada 2020.

Sistem peringatan dini terhadap bencana banjir di DKI Jakarta yang tak maksimal, membuat sejumlah korban banjir bersiap menggugat ke pengadilan Pemprov DKI karena Gubernur Anies Baswedan dianggap gagal mengatasi dan mencegah banjir terjadi.

Baca juga artikel terkait CUACA EKSTREM 2020 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Hard news
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali