Forum Korban Jiwasraya Keluhkan Jatuh Polis Tak Kunjung Dibayar

Oleh: Haris Prabowo - 15 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Puspita mewakili para korban mengaku telah capek menunggu lama untuk penyelesaian kasus Jiwasraya tersebut.
tirto.id - Fraksi Nasdem DPR RI menggelar diskusi publik membahas kasus dugaan korupsi Jiwasraya yang telah merugikan banyak nasabah triliunan rupiah. Diskusi ini mengundang Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Forum Korban Jiwasraya.

Puspita, staf administrasi Forum Korban Jiwasraya, mengatakan upaya pihaknya hingga saat ini masih memprioritaskan untuk memperjuangkan dibayarnya kembali polis-polis milik nasabah. Mereka mengaku telah menunggu satu setengah tahun.

"Kami menunggu dan menunggu tanpa menerima apa pun juga. Kebetulan saya adalah admin Forum Korban Jiwasraya, yang anggota kami 50-60 persen itu adalah di atas 60 tahun, seperti saya," kata Puspita saat diskusi di Fraksi Nasdem, DPR RI, Rabu (15/1/2020).

Puspita mewakili para korban mengaku telah letih dan capek menunggu lama untuk penyelesaian kasus Jiwasraya tersebut.

"Kalau disuruh menunggu lama, kami kehilangan energi, kami capek. Sudah satu setengah tahun. Member kami adalah orang yang tua, yang penuh dengan penyakit. Bukan orang-orang yang sehat. Kami ini bukan konglomerat loh. Member kami ada 300 orang, 10 persen di atas 70 tahun. Bayangin," kata dia.

Ia mengaku bersyukur jika memang pemerintah memprioritaskan kasus Jiwasraya untuk sesegera mungkin diselesaikan. Karena menurutnya dana kembali itu lebih penting.

"Kami bersyukur sekali kalau prioritasnya itu. Terus terang saya hanya masyarakat biasa. Saya tidak terbiasa dengan istilah kejaksaan, saya manusia biasa, saya tidak pernah berurusan dengan hukum atau apa, enggak. Buat saya yang perlu adalah dana kami kembali. Itu saja," kata dia.

"Saya enggak mengerti, panja atau pansus. Biar saya yang penting, uang member kami, yang seluruh Jiwasraya dikembalikan negara," kata dia.

Puspita mengaku ada banyak alasan mengapa para korban nasabah memiliki Jiwasraya sebagai pilihan asuransinya, salahnya karena produk yang dinilai aman.

"Pertama, asuransi, jadi kalau ada apa-apa dengan kami langsung cair. Anak kami, keluarga kami, bisa langsung menggunakan dana ini. Jadi, lebih aman dari deposito. Itu masih naik turun perolehannya, ini enggak, ini sudah fix," kata dia.


Baca juga artikel terkait KASUS JIWASRAYA atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Abdul Aziz
DarkLight