Menuju konten utama
UCL vs ESL

Format Baru Liga Champions & Bedanya dengan European Super League

UEFA merilis format baru Liga Champions (UCL) setelah European Super League (ESL) diluncurkan.

Format Baru Liga Champions & Bedanya dengan European Super League
Ilustrasi Sepak Bola. foto/istockphoto

tirto.id - UEFA merilis format baru Liga Champions. Pengumuman ini nyaris beriringan dengan peluncuran European Super League (ESL) yang digagas klub-klub papan atas Eropa dan tidak disetujui UEFA. Format baru UCL disebut-sebut hampir sama dengan ESL. Lantas, adakah perbedaannya?

Pada Senin (19/4/2021) waktu setempat, setelah memperoleh persetujuan dari Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan Komite Kompetisi Antarklub UEFA, konfederasi sepak bola Eropa mengumumkan format baru Liga Champions yang rencananya akan digunakan mulai musim 2024/2025.

"Format baru ini mendukung status dan masa depan pertandingan sepak bola di liga-liga seluruh Eropa," kata Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, dikutip dari laman resmi konfederasi.

"Ini mempertahankan prinsip bahwa kinerja liga domestik harus menjadi kunci untuk kualifikasi dan menegaskan kembali prinsip-prinsip solidaritas melalui permainan dan persaingan terbuka,” lanjutnya.

Sebelumnya, UEFA mengecam dirilisnya European Super League (ESL) yang dimotori oleh sejumlah klub mapan Eropa. Bahkan, UEFA memberikan ancaman sanksi jika gelaran yang disebut-sebut sebagai pesaing Liga Champions ini tetap dihelat.

UEFA menegaskan, klub-klub ESL akan dilarang bermain di kompetisi lain tingkat domestik, Eropa, bahkan dunia. Tak hanya itu, para pemain klub-klub yang tampil di ESL terancam tidak dapat memperkuat tim nasional masing-masing.

Ajang ESL didukung oleh 12 klub mapan Eropa sejauh ini. Ada Liverpool, Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur dari Inggris; Juventus, AC Milan, dan Inter Milan asal Italia; Real Madrid, Barcelona, serta Atletico Madrid dari Spanyol.

Selain 12 klub utama tersebut, ESL juga bakal menggandeng klub-klub besar Eropa lainnya seperti Bayern Munchen, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig dari Jerman, serta raksasa Perancis, Paris Saint-Germain (PSG), dan seterusnya.

UEFA mengklaim, FIFA selaku induk sepak bola dunia dan asosiasi sepak bola di negara-negara besar Eropa juga sepakat menentang dihelatnya ESL yang disebut-sebut mendapat guyuran dana hingga 6 miliar dolar AS dari JP Morgan.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami, FIFA, dan seluruh asosiasi sepak bola anggota kami tetap bersatu untuk menghentikan proyek sinis ini," tandas UEFA dalam keterangan resminya.

"Sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas yang lebih dari sebelumnya," tambah induk sepak bola benua biru ini.

Format Baru Liga Champions

Dikutip dari situs resmi UEFA, ada beberapa perbedaan mendasar antara format Liga Champions yang selama ini diterapkan dengan format baru yang bakal diaplikasikan mulai musim 2024/2025 mendatang.

Salah satunya adalah penambahan jumlah tim peserta dari 32 menjadi 36 klub. UEFA menjanjikan setiap klub akan mendapatkan pertandingan lebih banyak karena babak penyisihan grup bakal ditiadakan.

“Setiap klub sekarang akan dijamin minimal 10 pertandingan tahap liga melawan 10 lawan yang berbeda (5 laga kandang dan 5 laga tandang) daripada 6 pertandingan sebelumnya melawan 3 tim (di babak penyisihan grup) yang dimainkan secara kandang dan tandang,” tulis UEFA.

Dari 36 peserta di babak pengganti penyisihan grup itu, diambil 8 tim teratas yang berhak tampil di babak 16 besar.

Sedangkan tim yang berada di posisi 9 hingga 24 akan berduel di babak play-off demi memperebutkan jatah sisa ke fase berikutnya. Mereka yang berada di bawah peringkat 24 langsung terdepak.

Dengan memainkan lebih banyak laga, klub-klub peserta akan mendapatkan lebih banyak pemasukan.

Sedangkan untuk babak 16 besar atau perdelapan final, 8 besar atau perempat final, semifinal, hingga final akan tetap dilakukan seperti format sebelumya.

UEFA bakal menerapkan format baru Liga Champions ini ke Liga Europa. Selain itu, UEFA berencana menggulirkan ajang baru bernama Liga Conference yang juga akan memberlakukan aturan serupa.

Format European Super League (ESL)

Format European Super League (ESL) sudah diungkapkan sebelum UEFA mengumumkan format baru Liga Champions. Pada dasarnya, format kedua ajang ini sama-sama bakal memberikan pemasukan yang lebih besar kepada klub-klub pesertanya.

Dilansir laman resminya, ESL direncanakan bakal diikuti oleh 20 klub, yakni 15 klub pendiri serta 5 klub tambahan. Hasil penampilan masing-masing klub di musim sebelumnya akan menjadi penilaian untuk tampil di ESL.

Total 20 klub peserta tersebut akan dibagi menjadi 2 grup (sebut saja Grup A dan Grup B) dengan masing-masing grup diisi oleh 10 klub. Fase awal ini bakal menerapkan format kandang dan tandang.

Yang berhak lolos ke fase selanjutnya yakni babak perempat final ESL diambil masing-masing 3 klub dari Grup A dan Grup B.

Sedangkan 2 klub yang menempati urutan 4 dan 5 di tiap-tiap grup akan ditarungkan kembali melalui play-off dengan format 2 leg untuk mendapatkan 2 tiket sisa ke perempat final.

Dengan demikian, total ada 8 klub di perempat final ESL.

Ke-8 klub tersebut bertarung dengan sistem gugur di perempat final, format yang dipakai adalah kandang dan tandang untuk memperebutkan 4 tempat di semifinal yang juga digelar secara home and away.

Dua klub pemenang semifinal akan bertemu di partai puncak alias final ESL yang digelar dengan format single match atau sekali laga di tempat netral.

Baca juga artikel terkait UEFA atau tulisan lainnya dari Iswara N Raditya

tirto.id - Olahraga
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Fitra Firdaus