Flu Dianggap Sepele padahal Bisa Gawat, Perlukah Vaksin Flu?

Oleh: Aditya Widya Putri - 29 Oktober 2018
Dibaca Normal 3 menit
Di negara tropis seperti Indonesia, risiko terkena flu cukup tinggi.
tirto.id - “Vaksinasi flu, bebas flu sepanjang tahun.”

Klaim iklan tersebut memunculkan potret seorang perempuan senyum sumringah duduk di depan laptop. Sambil mengangkat kedua tangan ke atas, seolah ia berkata, “Cukup keluarkan Rp300 ribu maka kau akan produktif sepanjang tahun. Tanpa flu!”

Risnandari adalah salah satu orang yang termakan klaim kesehatan iklan tersebut. Saat masuk musim hujan seperti sekarang, Risna memang sering mengeluhkan gejala demam, pilek, dan bersin-bersin. Kalau sudah terkena flu, bukan cuma tiga-empat hari ia habiskan untuk beristirahat. Risna bisa butuh lebih dari dua minggu untuk memulihkan kesehatan. Padahal, pekerjaannya sebagai wartawan menuntut Risna produktif setiap saat.

“Daripada harus nahan sakit tiap musim hujan. Worth it-lah harga segitu, setara harga periksa ke dokter ketika sakit,” ujarnya selepas melakukan vaksinasi di sebuah klinik di Tangerang Selatan.


Laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan flu bagi sebagian besar orang hanya termasuk kategori penyakit sedang. Namun, ia dapat menjadi komplikasi serius, bahkan mematikan bagi sebagian kecil lainnya. Kondisi terakhir biasanya menyerang bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit kronis seperti diabetes atau asma. Untuk mencegah kondisi-kondisi tersebut, vaksin influenza lazim digunakan di negara-negara beriklim dingin.

“Umumnya diberikan sebelum musim dingin di bulan Desember. Pada bulan Oktober atau November,” demikian CDC menulis. Sementara itu, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), bulan Oktober adalah waktu tepat melakukan vaksin flu di Indonesia, sebelum musim penghujan datang.

Vaksin flu diberikan sebelum musim dingin atau penghujan karena ia butuh waktu reaksi. Vaksin akan bekerja menaikkan antibodi setelah dua minggu pasca-vaksin. Khusus bagi anak-anak, diperlukan dua kali vaksin guna membentuk kekebalan tubuh, sehingga mereka harus memulai proses vaksinasi lebih awal. Dua dosis vaksin itu setidaknya diberikan dalam waktu dua minggu berturut-turut. Artinya, butuh waktu minimal 4 minggu agar vaksin dapat bekerja maksimal.

Vaksin flu dapat dilakukan pada semua individu, tetapi WHO merekomendasikan vaksinasi untuk beberapa golongan.

Pertama pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Selanjutnya adalah lansia dengan umur lebih dari 65 tahun, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan pekerja medis. Vaksin flu paling umum adalah vaksin trivalen yang dibuat untuk melindungi tiga virus flu: virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan virus influenza B. Pilihan lainnya adalah vaksin quadrivalen yang dilengkapi perlindungan untuk virus B tambahan.


Perlukah Vaksin?

Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melakukan pencegahan flu. Namun, bukan berarti Anda benar-benar tergaransi bebas flu sepanjang tahun seperti yang disebutkan iklan di atas. Anda masih bisa terdampak flu meskipun telah melakukan vaksinasi. Virus flu bisa jadi masuk sesaat sebelum vaksinasi dilakukan atau selama periode tubuh mengembangkan kekebalan pasca vaksin.

“Bisa jadi virus yang menginfeksi tidak termasuk dalam jenis virus vaksin,” tulis laporan CDC.

Namun, penelitian CDC pada 2016-2017 menunjukkan vaksinasi flu berdampak signifikan di Amerika Serikat. Negara ini telah merekomendasikan vaksin flu sejak 2010 bagi tiap warganya yang berusia mulai dari 6 bulan. Hasilnya, vaksinasi flu mencegah sekitar 5,3 juta penyakit influenza, 2,6 juta kunjungan medis terkait influenza, dan 85 ribu rawat inap terkait influenza.

Agar ketahanan tubuh terhadap virus flu tetap terjaga, perlu dilakukan vaksinasi ulang setiap tahun. Respons imun tubuh dari vaksinasi akan menurun seiring waktu. Selain itu, virus flu juga terus mengalami mutasi, sehingga formulasi vaksin flu ditinjau setiap tahun dan diperbarui sesuai kebutuhan guna mengikuti mutasi virus.

Di Indonesia, vaksin flu diperlukan karena negara ini termasuk tropis, sehingga flu bisa terjadi tak hanya di musim penghujan. Apalagi, negara tropis juga menjadi daerah favorit hewan, terutama unggas, dalam melakukan persinggahan.

Fakta ini diafirmasi oleh Farida Camalia, National Techical Advisor Survailans Food and Agriculture Organization (FAO), Organisasi Pangan dan Pertanian di bawah naungan PBB. Virus flu tidak hanya menular antarmanusia, tapi juga bisa terjadi dari hewan ke manusia (zoonosis).

WHO menyatakan manusia dapat terinfeksi virus avian influenza (flu burung) subtipe A (H5N1), A (H7N9), dan A (H9N2), serta virus influenza babi subtipe A (H1N1), A (H1N2) dan A (H3N2).

“Penyakit akan muncul jika ada interaksi antara tiga host, yakni makhluk hidup termasuk hewan dan manusia, patogen serta lingkungan,” jelas Farida.


Infografik Vaksin Flu


Berdasar jenisnya, virus influenza dapat dibedakan menjadi empat tipe, yakni virus influenza A, B, C, dan D.

Tipe A jamak menginfeksi manusia dan beberapa jenis hewan. Virus influenza tipe ini punya prioritas untuk ditanggulangi karena dapat menyebabkan pandemi influenza. Ia dapat diklasifikasikan sebagai flu burung, seperti subtipe A (H5N1) dan A (H9N2). Burung adalah reservoir alami utama untuk sebagian besar virus influenza tipe A.

Ada pula flu babi, subtipe virus A (H1N1) dan A (H3N2), atau jenis virus influenza hewan lainnya. Unggas, babi, dan infeksi virus influenza zoonotik lainnya pada manusia dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Mulai dari infeksi ringan saluran pernapasan atas (demam dan batuk), pneumonia berat, sepsis dengan syok, sindrom gangguan pernapasan akut, bahkan kematian.

“Unggas adalah aktor pemeran pembantu. Indonesia masuk sebagai perlintasan migrasi burung dunia, banyak hutan, jadi burung suka mampir.”

Jenis virus influenza kedua adalah virus bertipe B, bersirkulasi di antara manusia dan menyebabkan epidemi musiman. Ketiga, virus influenza C yang dapat menginfeksi manusia dan babi. Namun, infeksi virus flu jenis C ini umumnya ringan dan jarang dilaporkan. Yang keempat adalah virus influenza D yang menyerang sapi dan tidak menginfeksi atau menyebabkan penyakit pada manusia.

Namun, Anda tak perlu melakukan banyak jenis vaksinasi, vaksin flu trivalen atau vaksin quadrivalen telah dirancang sebagai penangkal virus yang jamak beredar pada manusia.

Baca juga artikel terkait INFLUENZA atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani
Dari Sejawat
Infografik Instagram