tirto.id - FIFA buka suara soal Piala Dunia 2026 di Meksiko imbas kerusuhan usai tewasnya bos kartel ‘El Mencho’. Situasi keamanan Meksiko yang sempat chaos, menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan ketika gelaran Piala Dunia 2026.
Hal tersebut berpotensi membahayakan pengunjung dari berbagai negara yang ingin menonton langsung Piala Dunia 2026, pada bulan Juni-Juli mendatang. Pasalnya sejumlah aksi kekerasan terjadi di berbagai wilayah Meksiko, termasuk kota penyelenggara Piala Dunia, Guadalajara.
Sebagai informasi, Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, dengan melibatkan 3 kota, yakni: Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara.
Meksiko juga ditunjuk sebagai tuan rumah laga playoff antar konfederasi yang akan digelar bulan Maret 2026 di kota Monterrey dan Guadalajara.
Presiden FIFA Gianni Infantino meyakini Piala Dunia 2026 tetap digelar di Meksiko, meski saat ini masih ada tantangan keamanan di beberapa wilayah.
Selain itu Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, juga menegaskan bahwa pemerintah Meksiko bakal menjamin keamanan untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Tanggapan FIFA Soal Piala Dunia 2026 di Meksiko Imbas Kerusuhan
Meksiko dilanda kerusuhan selepas tewasnya pemimpin kartel narkoba Nemesio Oseguera alias “El Mencho", hari Minggu (22/2/2026). Terjadi bentrok bersenjata di beberapa wilayah, termasuk kota penyelenggara Piala Dunia 2026, Guadalajara.
Menurut laporan Reuters, insiden tersebut mengakibatkan 4 pertandingan sepak bola dibatalkan karena kerusuhan di negara bagian Jalisco. Hal itu menimbulkan kekhawatiran publik terkait keamanan gelaran Piala Dunia 2026 di Meksiko.
Lokasi penangkapan bos kartel dan gelombang kekerasan terjadi di negara bagian Jalisco, yang jaraknya cukup berdekatan dengan kota Guadalajara. Stadion Akron di Zapopan, Guadalajara, menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026 dikhawatirkan menjadi target kerusuhan.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintah Meksiko bakal menjamin keamanan pengunjung selama gelaran Piala Dunia 2026. Claudia juga menegaskan situasi negaranya bakal kembali normal.
“Tidak ada risiko, perlahan situasi kembali normal. Penangkapan tersangka kriminal yang memiliki surat perintah penahanan dapat memicu situasi seperti ini, tetapi kami mencari perdamaian, bukan perang,” ujar Claudia Sheinbaum dikutip dari laman Antara.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan keyakinan tentang Piala Dunia 2026, bakal tetap dihelat di Meksiko. FIFA terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau situasi terkini serta menerapkan protokol keamanan.
"Kami akan terus mengikuti tindakan dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah, yang bertujuan untuk menjaga keselamatan publik dan memulihkan keadaan normal, dan kami menegaskan kembali kerja sama erat kami dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal." ungkap Gianni Infantino dikutip dari laman Reuters.
Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan melibatkan 3 kota: Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara. Meksiko akan menggelar total 13 pertandingan untuk Piala Dunia 2026, termasuk laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan, di Stadiion Azteca, Mexico City.
Meksiko juga ditunjuk sebagai tuan rumah laga playoff antar konfederasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar Maret di kota Monterrey dan Guadalajara. Terdapat 6 tim yang bakal berpartisipasi, yakni: Irak, Bolivia, Republik Demokratik Kongo, Suriname, Jamaika, serta Kaledonia Baru.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id




























