tirto.id - Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, secara langsung menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Sentra Budi Perkasa, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat (1/8/2025). Sentra tersebut kini digunakan sebagai tempat Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang.
Fatma hadir di Sentra Budi Perkasa bersama perwakilan DWP Kemensos, Dilyana Francisca dan sejumlah pengurus organisanya dengan semangat silaturahmi. Penyerahan bantuan ke mereka yang membutuhkan di sentra tersebut sekaligus menegaskan kepedulian anggota DWP Kemensos kepada masyarakat dari kelompok rentan.
Dalam kunjungannya tersebut, Fatma mengapresiasi berbagai pihak yang hadir, terutama mereka yang berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.
Di antara mereka yang turut hadir di Sentra Budi Perkasa adalah Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan Mulyadi, Agus Rizal (Kepala Dinas Sosial Kota Palembang), Gini Toponindro (Kepala Sentra Budi Perkasa), Diana Nursanti (Kepala SRMA 7 Palembang), dan para guru beserta murid SRMA 7 Palembang.
Di Sentra Budi Perkasa Palembang, Fatma menyalurkan bantuan ATENSI yang total nilainya mencapai Rp77.241.000. Bantuan itu meliputi alat bantu untuk difabel dan kebutuhan lain, termasuk pemberdayaan ekonomi. Penerima bantuan ini terdiri dari 22 difabel, 3 lansia, 3 anak, dan 1 kelompok rentan.
"Semoga bantuan ini bisa diterima dengan baik dan meringankan Bapak Ibu semuanya, agar bisa keluar dari kesulitan ekonomi,” ujar Fatma.
Adapun daftar bantuan ATENSI yang disalurkan meliputi:
- 2 unit kursi roda untuk penyandang Cerebral Palsy
- 4 kursi roda standar
- 1 kursi roda three-in-one
- 2 kaki palsu atau prostesis
- 1 alat bantu jalan dewasa atau walker
- 1 stroller dan baby walker
- 1 paket bantuan kewirausahaan
- 19 paket nutrisi
- 11 paket sembako.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan oleh Fatma dan jajaran DWP Kemensos untuk menyapa dan bertemu langsung dengan murid-murid SRMA 7 Palembang. Sekolah ini menampung 100 siswa, dengan 12 guru dan 1 kepala sekolah.
"Saya yakin, anak-anak Sekolah Rakyat ini memiliki potensi luar biasa. Tadi kita saksikan sendiri bagaimana anak-anak mampu menari dengan baik padahal hanya latihan kurang dari dua minggu, benar, ya? Artinya, mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa, talenta mereka harus tetap di kembangkan dan diberi wadah untuk menyalurkan bakatnya," kata Fatma.
Semangat para siswa pun nampak saat menyambut kedatangan Fatma dan pengurus DWP Kemensos. Kepada mereka, Fatma mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dan belajar dengan rajin.
"Ingat ya, kalian harus belajar yang rajin, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini, karena masih banyak teman kalian yang ingin sekolah di sini, jadi harus bersyukur, dan jangan lupa mendoakan orang tua, diri sendiri, para guru, juga bapak Presiden Prabowo, para menteri dan orang-orang baik yang telah menolong kita," ujar Fatma.
"Juga tidak boleh ada bullying ya di sini, anak Sekolah Rakyat harus memiliki sopan santun atau akhlak yang baik sebab kalian anak-anak yang saat ini dibanggakan oleh Presiden Prabowo," ujar Fatma melanjutkan pesannya.
Di penghujung acara, Fatma membacakan pantun untuk menggugah semangat anak-anak di Sekolah Rakyat dan pengurus DWP Kemensos. "Matahari bersinar pada waktu pagi, rajin berjemur menyehatkan diri, sukseskan acara sore hari ini, untuk anak-anak Indonesia yang kita cintai. Masak sayur enaknya ditumis, kalau makan jangan sendirian. Ibu-ibu Dharma Wanita harus dinamis, selalu semangat dalam pengabdian."
Sebagai informasi, kini sudah ada 64 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Pemerintah akan melanjutkan pembukaan fasilitas pendidikan gratis ini hingga jumlahnya mencapai 154 titik pada tahun ini. Targetnya, bakal ada Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































