Menuju konten utama

Fatma Saifullah Dorong Produk Difabel Denpasar Lebih Dipasarkan

Fatma Saifullah Yusuf mendorong produk karya penyandang disabilitas di Denpasar, Bali, dipasarkan ke segmen yang lebih luas, termasuk produk premium.

Fatma Saifullah Dorong Produk Difabel Denpasar Lebih Dipasarkan
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mendorong perluasan akses pasar bagi produk karya penyandang disabilitas di Kota Denpasar, Bali. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, mendorong produk karya penyandang disabilitas di Kota Denpasar, Bali, dipasarkan ke segmen yang lebih luas. Salah satu peluang yang dilihat adalah membawa produk berkualitas premium karya penyandang disabilitas ke pasar yang lebih besar.

Hal itu disampaikan Fatma saat mengunjungi Graha Nawasena dalam rangkaian Pesona Difabel Denpasar, Sabtu (8/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Fatma didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), Mulianingsih.

“Saya merasa bangga luar biasa sekali, karena sahabat disabilitas yang ada di Graha Nawasena ini betul-betul kreatif dan bisa menghasilkan karya yang baik,” kata Fatma merujuk keterangan tertulis pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Fatma, produk yang memiliki kualitas premium berpeluang dikenalkan kepada konsumen di luar pasar yang selama ini dijangkau. Dia berharap ada dukungan untuk memperluas akses pasar bagi produk tersebut.

“Harapannya nanti jika ada hasil karya buatan atau produk premium para sahabat disabilitas di Kota Denpasar bisa kita bantu kenalkan juga ke segmen yang lebih luas,” ujarnya.

Graha Nawasena merupakan salah satu ruang yang digunakan untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Tempat tersebut menjadi lokasi untuk berkegiatan sekaligus mempromosikan berbagai produk yang dihasilkan penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia binaan Pemerintah Kota Denpasar.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, mengatakan Pemerintah Kota Denpasar menaungi sedikitnya lima organisasi yang menghimpun penyandang disabilitas di wilayah tersebut.

Menurut Laxmy, berbagai produk yang dihasilkan di antaranya lukisan, kerajinan tangan, dan produk kuliner.

“Hasil karya yang ada disini antara lain adalah lukisan, kerajinan tangan, hingga produk kuliner yang semuanya dikelola dan diproduksi oleh para kalangan disabilitas dan juga penyintas Skizofrenia binaan Pemkot Denpasar,” kata Laxmy.

Selain menyediakan ruang promosi di Graha Nawasena, Pemerintah Kota Denpasar memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk membuka stan dalam berbagai kegiatan yang digelar pemerintah daerah maupun instansi lainnya.

Kesempatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk karya penyandang disabilitas kepada masyarakat sekaligus membuka akses mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik.

Ketua GOW Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menilai kunjungan Fatma dapat memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan karya dan potensi mereka.

“Kunjungan ini tentunya menjadi suntikan semangat bagi para sahabat disabilitas di Kota Denpasar,” kata Ayu Kristi.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penyaluran paket sembako kepada penyandang disabilitas dari Sentra Mahatmiya Bali Kementerian Sosial.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis