Menuju konten utama

Fatma Gus Ipul Serukan Potensi Kolaborasi Kebaya dan Difabel

Acara ini diselenggarakan oleh Indonesian Modest Fashion (IMF) sebagai bentuk apresiasi kebaya Indonesia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.

Fatma Gus Ipul Serukan Potensi Kolaborasi Kebaya dan Difabel
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf hadir dalam acara closing ceremony gelaran Bekasi Berkebaya pada Minggu, 16 Februari di Bekasi. foto/Dok. Kemensos

tirto.id - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menghadiri closing ceremony Bekasi Berkebaya di Bekasi, Minggu (16/2).

Acara bertajuk "Kebaya Dahulu, Kini, dan Masa depan" ini diselenggarakan oleh Indonesian Modest Fashion (IMF) sebagai bentuk apresiasi atas ditetapkannya kebaya Indonesia sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

"Acara ini tentunya diselenggarakan sebagai rasa syukur dan apresiasi, kebaya Indonesia telah ditetapkan secara resmi sebagai warisan budaya dunia tak benda," kata Fatma yang juga merupakan istri dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

Fatma mengatakan, perhelatan ini tidak hanya ajang menunjukkan keindahan dan keunikan desain kebaya, tetapi juga mempromosikan dan melestarikan budaya Indonesia.

Selanjutnya Fatma berharap, acara yang digagas oleh Jeny Tjahyawati selaku Ketua Umum IMF ini dapat memotivasi dan menginspirasi desainerlokal lainnya dari Bekasi untuk bisa terus berkarya dan mengangkat Kebaya sebagai simbol budaya Indonesia.

"Kita harus bersama-sama bergerak untuk melestarikan kebaya dan sebagai pendorong ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan kualitas karya-karyanya khususnya desainer lokal kota Bekasi sehingga peluang bisnis baru semakin terbuka lebar," kata Fatma.

Acara ini, kata Fatma, juga dapat menghadirkan peluang kolaborasi dengan penyandang disabilitas. Fatma mengatakan, desainer dapat membina penyandang disabilitas yang berpotensi dalam bidang fesyen.

"Sebagai Penasihat DWP Kemensos yang memiliki kewajiban untuk lebih memperhatikan para penyandang disabilitas, saya berharap para designer hebat IMF ini dapat berkolaborasi dan membina potensi penyandang disabilitas yang menjadi bagian sasaran program dari Kemensos," kata Fatma.

Sebagai contoh, Fatma mengatakan bahwa busana yang dirinya kenakan merupakan karya penyandang disabilitas. "Seperti baju yang saya pakai saat ini, adalah batik ciprat buatan sahabat kami penyandang disabilitas, lalu didesain dengan sangat bagus oleh desainer mbak Elok Re Naspio, sehingga karya dari penyandang disabilitas bisa dinikmati dan diharapkan bisa naik kelas, saya senang sekali karena bagi saya ini adalah karya yang luar biasa," ucapnya.

Ke depannya, Fatma mengharapkan acara ini akan berlanjut sehingga dapat melestarikan budaya dan mempromosikan karya anak bangsa.

“Semoga acara Bekasi Berkebaya ini bisa dilanjutkan tahun depan, agar tradisi dan budaya Indonesia yang kita banggakan ini terus bisa dilestarikan, juga sebagai ajang promosi karya anak bangsa,” pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis