Menuju konten utama

Duduk Perkara Tim Korsel Boikot Media yang Sindir Son Heung Min

Timnas Korea Selatan memboikot media usai muncul komentar yang dianggap merendahkan Son Heung Min. Insiden itu memicu ketegangan jelang Piala Dunia.

Duduk Perkara Tim Korsel Boikot Media yang Sindir Son Heung Min
Son Heung Min. instagram/hm_son7/Adidas Officiall
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim nasional Korea Selatan memboikot media resmi Piala Dunia 2026 yang menyindir Son Heung Min. Hal ini disebabkan oleh bocornya pembicaraan reporter Korsel yang bertugas meliput sesi latihan terbuka timnasnya yang dinilai merendahkan sang kapten.

Menuju pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Meksiko, Timnas Korsel diwarnai ketegangan di luar lapangan setelah munculnya insiden yang melibatkan media domestik dan kapten tim Son Heung Min.

Situasi ini mencuat setelah sebuah sesi latihan terbuka pada awal Juni memperlihatkan adanya komentar yang dianggap merendahkan terhadap Son.

Insiden tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas media di sekitar tim nasional, termasuk pembatasan akses wawancara dan pembatalan sejumlah agenda media yang telah dijadwalkan.

Korea Selatan Boikot Media yang Sindir Son Heung Min

Kronologi kejadian dimulai pada 7 Juni 2026 saat sesi latihan terbuka tim nasional Korea Selatan di markas mereka di Guadalajara. Dalam kegiatan tersebut, kapten tim Son Heung Min terlihat sedang menjalani latihan terpisah dari rekan-rekannya.

Dalam sesi tersebut, beberapa anggota media yang hadir, yang kemudian tidak diidentifikasi secara jelas, tertangkap kamera sedang melontarkan komentar yang mengejek Son, khususnya terkait riwayat wajib militernya.

Momen ini terekam oleh media penyiaran JTBC dan kemudian menyebar luas, memicu reaksi negatif di publik serta memperburuk hubungan antara skuad nasional dan media Korea Selatan.

Wajib militer merupakan kewajiban nasional di Korea Selatan bagi seluruh pria yang sehat secara fisik, dengan durasi sekitar 21 bulan. Namun, terdapat pengecualian bagi atlet yang berhasil meraih prestasi tertentu, seperti medali Olimpiade atau gelar di Asian Games, dan Son bersama timnya memperoleh pengecualian tersebut setelah memenangkan medali emas di Asian Games 2018.

Son sendiri menurut pemberitaan Al Jazeera pada Rabu(17/6/2026) juga telah menjalani tugas alternatif termasuk pelatihan militer singkat dan layanan komunitas pada 2020.

Setelah insiden tersebut, hubungan antara tim nasional dan media mulai memburuk. Akses media ke tim dilaporkan dibatasi, sejumlah wawancara yang sebelumnya dijadwalkan dibatalkan, dan para pemain disebut mulai menolak berbicara dengan media Korea di luar agenda resmi turnamen.

Situasi ini semakin memanas hingga dilaporkan bahwa salah satu petugas media tim mengundurkan diri, meskipun hal tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh federasi sepak bola Korea Selatan.

Pada periode yang sama, terjadi upaya komunikasi antara pihak media tim dan media Korea Selatan, yang menurut laporan media Meksiko membahas insiden tersebut dalam sebuah pertemuan. Jadwal konferensi pers resmi tetap berjalan sesuai agenda menjelang pertandingan Piala Dunia melawan Meksiko di Guadalajara.

Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan penyesalan atas komentar tidak pantas dari oknum media selama latihan tim. Mereka menegaskan bahwa kejadian tersebut menimbulkan keterkejutan dan kekecewaan di dalam tim.

"Asosiasi Sepak Bola Korea menyatakan penyesalan atas pernyataan yang tidak pantas yang dibuat oleh beberapa personel media selama pelatihan tim sepak bola nasional di kamp basis Guadalajara," kata KFA dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters (17/6/2026).

"Dengan rasa tanggung jawab untuk mewakili Korea Selatan di panggung global Piala Dunia, Taegeuk Warriors melakukan yang terbaik untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat. Namun, kebocoran percakapan yang tidak pantas antara beberapa petugas media di lokasi pelatihan baru-baru ini menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi tim." lanjutnya.

KFA juga menyatakan komitmen untuk melindungi para pemain dan menciptakan lingkungan media yang lebih sehat.

"Asosiasi Sepak Bola Korea akan terus memprioritaskan perlindungan skuad dan berupaya menciptakan lingkungan media yang sehat," tegas mereka.

Di tengah situasi ini, tim tetap melanjutkan kompetisi dan sebelumnya berhasil mengalahkan Republik Ceko 2-1, sebelum bersiap menghadapi Meksiko dalam pertandingan Grup A berikutnya.

Tidak diketahui siapa oknum reporter yang melontarkan kalimat merendahkan tersebut. Namun melansir The Korea JoongAng Daily, media resmi Korsel yang memiliki lisensi untuk menayangkan Piala Dunia 2026 adalah KBS dan JTBC.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra