Menuju konten utama

DPRD DKI Akan Panggil Dinas SDA Terkait Endapan Sampah Waduk Pluit

DPRD DKI akan memanggil Dinas SDA DKI Jakarta minggu depan.

DPRD DKI Akan Panggil Dinas SDA Terkait Endapan Sampah Waduk Pluit
Petugas Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerukan lumpur di Waduk Pluit, Jakarta, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

tirto.id - Sekretaris Komisi D Pandapotan Sinaga mengatakan dirinya akan memanggil Dinas Sumber Daya Air dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempertanyakan masalah pengerukan Waduk Pluit yang menimbulkan bau tak sedap akibat adanya endapan sampah.

“Kita rencana mau memanggil mereka semua. Rencana kita panggil minggu depan kok,” kata Pandapotan saat dihubungi pada Kamis (13/6/2019).

Berdasarkan informasi yang diterima Pandapotan, Waduk Pluit memang kurang terawat. Seharusnya, perawatan waduk secara rutin dilakukan oleh Dinas SDA.

Terlebih, menurut Pandapotan, sudah ada anggaran sendiri untuk perawatan waduk. Dengan itu, ia juga ingin mempertanyakan serapan anggaran tersebut, apakah sudah optimal atau tidak.

“Apakah sekarang ini kurang dirawat atau kurang apa. Akhirnya ada penumpukan sampah seperti itu. Itu yang mau kita pertanyakan,” ujarnya.

"[Pertanyakan] penyerapan anggaran, termasuk kegiatan kegiatan di domain kita," tambahnya.

Pandapotan pun menyampaikan bahwa pihaknya tetap mendorong pembenahan Waduk Pluit untuk menjadi salah satu solusi pembenahan banjir di Jakarta.

“Jadi benar-benar harus ditata. Bila perlu, harus dilanjutkan lagi untuk pembenahannya,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pengerukan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, memang sengaja dilakukan untuk proses pendangkalan.

"Ada proses pendangkalan, sehingga sedimentasi dan dilakukan pengerukan untuk pengerukan memang airnya harus berkurang," kata Anies saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/6/2019).

Anies menambahkan berkurangnya air justru merupakan pertanda bahwa Waduk Pluit sedang dirawat, bukan malah ditelantarkan.

"Air berkurang bukan karena enggak dirawat, justru mau dirawat dilakukan pendangkalan," ujarnya.

Anies menyampaikan sebenarnya pengerjaan tersebut telah dilakukan sejak bulan April 2019.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Yusmada Faizal pun mengatakan, cuaca di DKI Jakarta beberapa hari belakangan yang diguyur hujan gerimis dan cuaca mendung membuat Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara harus segera dikosongkan sampai air di dalamnya kondisi Low Water Level.

Upaya pengosongan sampai dengan tingkat Low Water Level, kata Yusmada, diharapkan mampu membuat Waduk Pluit siap menampung air hujan ataupun aliran sungai dari hulu. Menurutnya, Proses tersebut yang akhirnya memperlihatkan endapan lumpur di sebagian wilayah Waduk Pluit.

"Yang kelihatan sedimennya itu sekitar sepertiga waduk. Yang lainnya sudah dikerjakan, sudah tebal airnya, dibandingkan sedimen," kata Yusmada.

Baca juga artikel terkait DPRD DKI atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Nur Hidayah Perwitasari