Menuju konten utama

Doa Buka Puasa Dzahaba Arab, Arti, serta Hadisnya

Bagaimana bacaan doa buka puasa dzahaba dzoma'u'? Berikut informasi mengenai bacaan, hadis, beserta keutamaan dan hikmahnya.

Doa Buka Puasa Dzahaba Arab, Arti, serta Hadisnya
Ilutrasi Buka Bersama di Hotel. foto/Istockphoto

tirto.id - Doa buka puasa dzahaba dzoma’u Arab, latin, dan terjemahannya dapat digunakan umat Muslim ketika hendak menutup ibadah puasanya. Lantas, bagaimana bacaan doa buka puasa dzahaba dan apa saja keutamaannya?

Secara umum, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka adalah salah satu sunnah saat umat Islam menjalani puasa Ramadhan. Adapun seorang Muslim yang hendak berbuka bisa melantunkan doa dzahaba dzoma’u.

Sehubungan dengan itu, doa buka puasa Ramadhandzahaba dzoma’u dapat dilengkapi dengan bacaan allahuma bariklana. Berikut keterangan mengenai bacaan doa, hadis, cara berbuka Rasulullah, dan kapan waktu doanya.

Bacaan Doa Buka Puasa Dzahaba dan Hadisnya yang Shahih

Ada doa khusus yang disunnahkan untuk dibaca sewaktu berbuka puasa. Sehubungan dengan itu, doa buka puasa Ramadhan yang shahih salah satunya adalah sebagai berikut.

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Bacaan latin:

“Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah”

Artinya:

"Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala."

Lafal doa ini diambil dari perkataan Ibnu Umar yang melihat Rasulullah sewaktu berbuka puasa. Lalu, Nabi membaca doa tersebut.

Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) dia berkata: "Apabila Rasulullah SAW berbuka, beliau berdoa: 'Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah'.” (HR. Abu Dawud)

Bagaimana Cara Rasulullah Berbuka Puasa?

Dinukil dari laman Baznas, Nabi Muhammad SAW akan membuka puasanya sebelum melaksanakan ibadah shalat maghrib. Adapun prosedurnya seperti yang diriwayatkan melalui Hadis Riwayat Tirmidzi berikut.

"Adalah Rasulullah SAW berbuka sebelum menunaikan sholat dengan beberapa ruthob atau kurma basah, dan apabila tidak memiliki ruthob beliau berbuka dengan beberapa tamr atau kurma kering, dan apabila tidak memiliki tamr beliau berbuka dengan menenggak seteguk air"

Berdasarkan hadis di atas, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah SAW akan memakan kurma untuk membuka puasanya. Langkah ini diprioritaskan terlebih dahulu, sebelum menunaikan ibadah shalat maghrib.

Kapan Doa Buka Puasa Dzahaba Dzomau Dibaca?

Dzahaba dzoma'u wabtallatil doa buka puasa dapat dibaca seseorang setelah ia membatalkan puasa. Begitu mendengar azan maghrib berkumandang, seorang muslim terlebih dahulu membatalkan puasa dengan makan atau minum.

Ia dapat terlebih dahulu membaca doa sebelum makan yang redaksinya sebagai berikut.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَناَ فِيْمَا رَزَقْتَنا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللهِ

Arab Latin:

Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ wa qinâ adzâban nâr, bismillâh

Artinya,

“Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang telah Engkau karuniakan dan lindungilah kami dari siksa neraka. Bismillâh (atas nama Allah). (HR Ibnu as-Sani)

Berikutnya, usai puasa sudah batal, ia melanjutkannya dengan doa dzahaba-dzomau yang berarti "Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala".

Keutamaan dan Hikmah Berdoa Saat Buka Puasa

Doa buka puasa Ramadhan dzahaba dzoma’u punya keutamaan dan hikmahnya tersendiri. Waktu buka puasa adalah waktu yang istimewa, sehingga bisa digambarkan sebagai salah satu kebahagiaan bagi orang-orang berpuasa.

Disebutkan dalam sebuah hadis qudsi, Allah Swt. berfirman, "Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Di samping menyegerakan berbuka puasa, dianjurkan pula mengisi waktu jelang dan saat berbuka dengan berbagai amal salih. Salah satunya adalah berdoa. Apa pun kebaikan yang hendak diinginkan, dapat disampaikan pada Allah di waktu tersebut.

Alasannya, momen berbuka menjadi satu dari sekian banyak waktu yang mustajab untuk berdoa. Setidaknya dua hadis memberikan tuntunan terkait hal tersebut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, dia mengatakan Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah no. 1753)

Doa orang berpuasa sebelum dirinya berbuka juga sama keutamaannya. Doanya tidak tertolak. Ini merujuk sabda Rasulullah dalam hadis yang disampaikan Abu Hurairah, “Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.”

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada