Menuju konten utama

DJKA Kirim KA Penolong Imbas Jalur Terendam Banjir di Pekalongan

Genangan air di KM 88 hingga 89 pada petak Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi mulai menunjukkan tanda surut.

DJKA Kirim KA Penolong Imbas Jalur Terendam Banjir di Pekalongan
Sebuah loko kereta melintas darurat untuk mengecek kondisi rel yang tergenang banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026).ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.

tirto.id - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menurunkan Kereta Api Penolong imbas banjir yang melanda sejumlah ruas jalur kereta api di Pekalongan. Sarana yang dikerahkan berupa lokomotif CC300 untuk menangani genangan air yang mengganggu operasional perjalanan.

“Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah titik di Jawa Tengah yang berdampak pada jalur kereta api khususnya pada petak Stasiun Pekalongan - Stasiun Sragi ini,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan pantauan lapangan per hari ini, genangan air di titik kritis antara Kilometer 88 hingga 89 pada petak Stasiun Pekalongan - Stasiun Sragi mulai menunjukkan tanda surut.

Meski demikian, langkah pengamanan tetap dijalankan dengan menerapkan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam di kedua arah perjalanan.

Allan juga menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya terbatas pada pengiriman sarana. DJKA juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan mitigasi, pemantauan intensif, dan evaluasi keselamatan lintasan.

Koordinasi juga terus dijalin dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan pemerintah daerah.

“Sembari menunggu banjir surut, kami terus berkomunikasi dengan teman-teman di lapangan agar menjaga kehati-hatian pada seluruh langkah operasional dan mengutamakan keselamatan personil,” tambah Allan.

Lokomotif CC300 yang diterjunkan merupakan sarana produksi PT INKA yang dikelola oleh Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA. Sarana ini dikenal andal dan kerap digunakan untuk menembus area banjir.

Menurut Allan, seluruh upaya yang dilakukan merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan transportasi perkeretaapian. Allan pun mengimbau kehati-hatian seluruh pihak.

“Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin, sementara itu masyarakat kami harap dapat terus memantau informasi perjalanan kereta api kepada operator terkait,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait KERETA API atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi