Menuju konten utama

Dino Patti Djalal Minta Polisi Tak Tutup-tutupi Kasus Arya Daru

Ia mempertanyakan banyak kejanggalan dalam kasus kematian Arya, tetapi disebut sebagai kasus bunuh diri seperti kepala Arya yang ditemukan dilakban.

Dino Patti Djalal Minta Polisi Tak Tutup-tutupi Kasus Arya Daru
FYP Dino Patti Djalal. Tirto.id/Andhika Krisnuwardhana

tirto.id - Diplomat Senior Dino Patti Djalal meminta kepolisian tidak menutup-nutupi kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.

Ia mempertanyakan banyak kejanggalan dalam kasus kematian Arya, tetapi disebut sebagai kasus bunuh diri. Salah satu kejanggalan, kata Dino, adalah adanya lakban yang menutupi wajah Arya Daru secara rapi. Kejanggalan lain, kata Dino, Arya Daru disebut sedang dalam kondisi senang karena bakal ditempatkan di luar negeri.

"Masa ada orang bunuh diri dengan lakban dan serapi itu. Itu kan rapi-rapi sekali," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

"Dia juga dalam kondisi psikologis yang sangat happy karena dia mau ada penempatan yang bagus di luar negeri. Jadi, enggak masuk akal teori bunuh diri," sambung dia.

Dino juga menyoalkan arah kamera CCTV yang menampakkan Arya Daru digeser. Ia menilai, penggeseran arah kamera CCTV itu sebagai hal yang tidak masuk akal.

Mantan Juru Bicara era Presiden SBY itu menilai, pergeseran kamera CCTV membuat kegiatan Arya Daru di indekosnya.

Di satu sisi, Dino menyoroti kepolisian yang biasa sigap saat menangani kasus pembunuhan. Akan tetapi, kepolisian dinilai bekerja dengan lelet saat menangani kasus pembunuhan Arya Daru.

"Jadi, saya mohon sekali, kasus ini jangan ditutupi. Pelajari bukti-bukti baru kayak kemarin istrinya kan bilang Itu kamera digeser, kenapa digeser? Di mana di dunia ini ada orang yang menggeser CCTV? Ada waktu dan untuk apa? Menggeser CCTV kecuali memang ada sesuatu yang mencurigakan dan digesernya kenapa?" urai dia.

Untuk diketahui, salah satu kuasa hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, mengatakan bahwa keluarga telah memberikan informasi dan bukti kepada penyelidik kepolisian, tapi tidak dipertimbangkan.

“Pihak keluarga sudah memberikan berbagai macam informasi dan bukti yang ada pada mereka, baik kepada pihak penyelidik, Kompolnas, Komnas HAM. Semua sudah diberikan oleh pihak keluarga dari keterangan sampai apa pun yang mereka ketahui, tapi itu tidak dipertimbangkan sebagai suatu fakta dan bukti,” kata Nicholay Aprilindo kepada awak media dalam jumpa pers di sebuahkafe di Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu, (23/8/2025).

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwakeluarga pernah menerima amplop berwarna coklat dari sosok tak dikenal pada Rabu (9/7/2025) malam di rumah duka.

Baca juga artikel terkait DIPLOMAT KEMLU atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher