tirto.id - Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, menemui penyidik Polda Metro Jaya untuk menanyakan mengenai data yang disebut keluarga Arya Daru Pangayunan sebagai bukti tambahan untuk mengungkap kasus kematian dipolomat muda Kementerian Luar Negeri tersebut.
Anam menyebut, salah satu yang dinyatakan sebagai bukti belum diungkap tim penyidik adalah aktifnya Whatsapp Arya Daru Pangayunan. Berdasarkan keterangan keluarga, pesan melalui Whatsapp Arya Daru ceklis dua atau terkirim yang menjadi penanda ponselnya tak hilang.
"Dipastikan HP menyala tanggal 8 itu berhubungan dengan laptop. Bagaimana ngambil laptopnya, bagaimana posisi laptop ketika itu nyambung dengan WA, itu ada rekamannya, itu ada penjelasannya," ungkap Anam di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).
Terkait dengan amplop coklat yang disorot publik, Anam mengaku sudah disampaikan kepada penyidik sebelum konferensi pers penyebab kematian Arya Daru Pangayunan. Anam mengatakan, penyelidik sudah berupaya mencari siapa pengirim amplop tersebut.
"Jadi ada rentang waktu, sudah dalam posisi terbuka, bisa jadi memang terkontaminasi dengan banyak sidik jari atau gesekan gini juga bisa hilang dan sebagainya. Tapi itu juga sudah diperiksa," tutur dia.
Lebih lanjut, Anam mengemukakan, sejauh ini Kompolnas menilai bahwa apa yang dilakukan tim penyelidik Polda Metro Jaya sudah sesuai dengan aturan, bahkan, hingga saat ini, tidak ada fakta baru yang bisa menunjukkan penyebab lain Arya Daru Pangayunan.
"Seandainya memang pihak keluarga secara keseluruhan kepingin minta penjelasan secara detail dan resmi bisa datang ke Polta Metro dan mereka terbuka untuk berjumpa lagi menjelaskan informasi sedetail-detailnya kasus ini. Syukur-syukur kalau ada informasi baru yang mungkin bisa ditindaklanjutkan. Kalau sepanjang informasi yang ada sekarang itu, informasinya belum baru," tutur Anam.
Diketahui, salah satu kuasa hukum keluarga ADP, Nicholay Aprilindo, mengatakan bahwa keluarga telah memberikan informasi dan bukti kepada penyelidik kepolisian, tapi tidak dipertimbangkan.
“Pihak keluarga sudah memberikan berbagai macam informasi dan bukti yang ada pada mereka, baik kepada pihak penyelidik, Kompolnas, Komnas HAM. Semua sudah diberikan oleh pihak keluarga dari keterangan sampai apa pun yang mereka ketahui, tapi itu tidak dipertimbangkan sebagai suatu fakta dan bukti,” kata Nicholay Aprilindo kepada awak media dalam jumpa pers di sebuahkafe di Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu, (23/8/2025).
Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa keluarga pernah menerima amplop berwarna coklat dari sosok tak dikenal pada Rabu (9/7/2025) malam di rumah duka.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































