Menuju konten utama

Demokrat: Duet JK-AHY Adalah Poros Ketiga di Pilpres 2019

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menyatakan, duet JK-AHY merupakan koalisi kerakyatan yang merupakan bentuk dari adanya poros ketiga.

Demokrat: Duet JK-AHY Adalah Poros Ketiga di Pilpres 2019
Ilustrasi. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) berfoto bersama sejumlah kader partai Demokrat usai menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (9/6/2018). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

tirto.id - Munculnya wacana duet Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan poros koalisi baru di Pilpres 2019.

Menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, duet JK-AHY merupakan koalisi kerakyatan yang merupakan bentuk dari adanya poros ketiga diantara kubu Jokowi dan kubu Prabowo Subianto.

"Kami percaya koalisi kerakyatan. Ini poros ketiga dan bisa menjadi pilihan serta alternatif. Ketika ada dua pilihan yang lurus maka masyarakat kebanyakan memilih poros ketiga," ucap Imelda di Restoran Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018)

Imelda pun memuji sosok JK. Menurutnya waktu bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 4 tahun sejak 2004 hingga 2009, JK menjadi pendamping yang baik.

JK dinilai berhasil membantu SBY dalam melakukan rekonsiliasi di Aceh dan membuat kedamaian disana. Untuk itu duet JK-AHY akan mendapat dukungan dari masyarakat.

"Koalisi alternatif ini sebuah terobosan politik baru. Saya kira Pak JK sosok yang sangat multitalenta. Sedangkan Pak Agus pengetahuannya baik di bidang militer, ekonomi kreatif, administrasi dan kaum milenial," ucap Imelda.

Wacana JK-AHY sendiri muncul pada akhir Juni 2018. Pada tanggal 28 Juni 2018 pasca pilkada serentak, mereka melakukan survei internal. Isinya adalah para pengurus inti partai dan pertanyaan yang diajukan adalah tentang koalisi alternatif.

Survei pun dilakukan dan hasilnya para pengurus partai menilai kalau pasangan JK-AHY adalah cocok sebagai koalisi alternatif.

"Hampir 90 persen pengurus inti menyatakan jika ada 3 koalisi maka pilihan ketiga yang dipilih yakni koalisi alternatif. Jadi 90 persen itu kebanyakan menuliskan JK-AHY," ucap Imelda.

Tetapi Imelda mengatakan kalau wacana JK-AHY belum menjadi ketetapan partai. Pasalnya Partai Demokrat harus menunggu keputusan majelis partai.

"Jadi saya sampaikan ini bukan keputusan majelis tinggi partai. Keputusan majelis nanti menjelang persyaratan Pilpres tanggal 4 sampe 10 Agustus nanti," ucap Imelda.

Wacana Poros ketiga sendiri mendapat tanggapan positif Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

Menurutnya masyarakat sebetulnya menginginkan adanya poros ketiga karena jika hanya ada dua pilihan dalam Pilpres 2019 maka bisa berpotensi terjadinya konflik sosial.

"Kalau dua poros maka gesekan kuat. Akan menyebabkan pembelahan yang luar biasa. Makanya masyarakat ingin semakin banyak calon semakin baik," ucap Pangi.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Naufal Mamduh

tirto.id - Politik
Reporter: Naufal Mamduh
Penulis: Naufal Mamduh
Editor: Yandri Daniel Damaledo