tirto.id - Danantara berencana membawa anak usaha di bidang pengolahan sampah menjadi energi, PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera, melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2028.
Rencana ini menyusul percepatan penyelesaian 33 proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) di seluruh Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa total nilai 33 proyek tersebut hampir mencapai 5 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp85 triliun. Setelah seluruh proyek rampung dan menghasilkan arus kas, perseroan akan mengajukan pencatatan saham perdana alias IPO.
"Nanti kan kami keinginannya tentu, karena ini kan cukup besar investment yang kami lakukan, kalau dilihat totalnya bisa mencapai 5 miliar dolar AS. Keinginan kami nantinya setelah ada cashflow, kami kan mengharapkan 2028 selesai ada cashflow, kami mau bawa menjadi perusahaan Tbk di sini (BEI)," ujar Pandu di Gedung BEI, Senin (11/5/2026).
Pandu menekankan bahwa entitas yang akan melantai di BEI adalah Denera, anak usaha PT Danantara Investment Management yang memang dibentuk untuk mengelola seluruh proyek PSEL.
"Iya, Denera," katanya.
Sebelum melantai, Danantara akan melanjutkan pengembangan proyek secara agresif. Pandu menyebutkan bahwa pekan pertama pada Juni mendatang, pihaknya akan meluncurkan batch kedua proyek PSEL sekaligus menandatangani perjanjian pembelian listrik atau Power Purchase Agreement (PPA).
"PPA selesai kita akan mulai bangun. First week of June," ujarnya.
Pada fase kedua ini, Danantara akan menambah porsi kepemilikan menjadi minimum 51 persen, lebih besar dibandingkan tahap pertama yang hanya 30 persen. Danantara juga akan menggandeng mitra asing dan lokal untuk mempercepat penyelesaian proyek sampah ini.
"Targetnya akhir tahun ini semua 33 proyek selesai. Insya Allah akhir 2028 kita bisa take this public," tambah Pandu.
Ia optimistis Denera nantinya akan menjadi salah satu perusahaan waste-to-energy terbesar di dunia.
"Saya rasa ini bisa jadi katalis yang baik," ujarnya.
Ekspor Listrik ke Singapura Juga Digarap
Selain PSEL, Danantara juga serius menggarap proyek ekspor listrik ke Singapura. Pandu menyebut nilai proyek ini bisa mencapai sekitar 30 miliar dolar AS untuk kapasitas 3 gigawatt.
"Keinginan kami memang by end of year, kita sudah bisa mulai jalan menggerakkan proyek ini untuk ekspor ke Singapura. Ekspor itu cukup besar," tuturnya.
Sebanyak 6-7 perusahaan telah mendapatkan conditional license dari Singapura. Rencananya, pertemuan pemimpin antara Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura pada bulan Juni akan menjadi momentum awal kesepakatan.
Pandu menegaskan bahwa proyek ini hanya merupakan porsi kecil dari target besar Presiden Prabowo yang menginginkan pembangunan 100 gigawatt pembangkit energi terbarukan di dalam negeri.
“Kebutuhan dari Indonesia sendiri kan keinginan presiden 100 gigawatt yang akan dibangun. Jadi ini persentase yang sangat kecil yang dibutuhkan untuk (ekspor energi) ke Singapur ini,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id



































