Menuju konten utama

Danantara Klaim Waste to Energy Bisa Serap 3.000 Pekerja

Dalam proyek jangka panjang ini, Danantara akan membentuk joint venture dengan perusahaan asing yang telah berpengalaman.

Danantara Klaim Waste to Energy Bisa Serap 3.000 Pekerja
Managing Director Investment Badan Pengelola Investasi Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, di Kantor Danantara, Selasa (30/9/2025). tirto.id/Nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Proyek Waste to Energy atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Danantara diklaim tak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja skala besar.

Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, memproyeksikan sebanyak 2.000 hingga 3.000 pekerja langsung dan tidak langsung akan terserap selama masa pembangunan proyek yang berlangsung selama 30 tahun ke depan, untuk tiap proyek.

"Dalam masa konstruksi, baik langsung maupun tidak langsung, bisa mencapai 2.000-3.000 orang,” katanya dalam Media Briefing di Wisma Danantara, Senin (3/11/2025).

Sementara, ketika proyek ini sudah berjalan akan menyerap sekitar 400-500 orang pekerja untuk setiap PSEL yang dibangun di satu wilayah.

“Yang langsung bekerja di lokasi mungkin 400-500 orang. Yang tidak langsung adalah yang menyediakan bahan bangunan dan lain-lain," tambahnya.

Setelah fase konstruksi selesai, jumlah tenaga kerja memang akan menurun. Namun, Stefanus menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja tetap akan berlangsung stabil dalam skala ratusan orang selama tiga dekade operasional PSEL.

"Ketika (PSEL) sudah berjalan tentu saja (jumlah tenaga kerja) turun, tapi tetap ratusan orang baik langsung tidak langsung akan terlibat dalam pelaksanaan ini sampai 30 tahun ke depan. Itu dari satu titiknya," tegasnya.

Stefanus juga mengungkap investasi jumbo di proyek ini. Untuk satu lokasi PSEL dengan kapasitas 1.000 ton sampah, misalnya, modal yang dibutuhkan di kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp3,2 triliun.

Untuk melaksanakan proyek jangka panjang ini, Danantara akan membentuk joint venture (JV) dengan perusahaan asing yang telah berpengalaman dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi tersebut.

Skema ini tidak hanya untuk investasi dan pengawasan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada pemain lokal.

"Kita harapkan adanya transfer knowledge dengan pemain lokal supaya over time, siapa tahu batch ketiga atau keempat, mereka bisa mandiri karena sudah memiliki pengalaman," ucap Stefanus.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana