Dampak Penyambutan Rizieq: Penerbangan Delay, Macet & Prokes Ambyar

Oleh: Zakki Amali - 11 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Pemerintah bersikap beda ke Rizieq terkait penerapan protokol kesehatan WNI dari luar negeri.
tirto.id - Simpatisan Muhammad Rizieq Shihab yang telah menanti kepulangannya selama beberapa tahun tumpah ruah di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020). Namun, kedatangan massa ini meninggalkan pekerjaan rumah bagi otoritas bandara. Fasilitas umum seperti kursi, tanaman hingga gerai kartu telepon dilaporkan rusak.

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini pulang ke Jakarta setelah lebih dari tiga tahun tinggal di jazirah Arab. Rizieq ke Arab Saudi bertepatan dengan pengusutan kasus dugaan pornografi. Namun, kasusnya kini tersebut disetop oleh Polda Metro Jaya. Begitu Polda Jawa Barat menghentikan penyelidikan kasus Rizieq terkait ucapan ‘sampurasun’. Alasan polisi menghentikan kedua kasus itu karena kurang bukti.

Massa datang ke bandara sejak dini hari. Mereka berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Puncaknya menjelang Rizieq mendarat, massa merangsek ke terminal kedatangan. Saat itu, Rizieq keluar dan disambut oleh simpatisannya.

Imbas masifnya pendukung Rizieq memicu kemacetan di jalan tol menuju bandara sejak pukul empat pagi. Kendaraan yang menuju bandara dialihkan ke jalan alternatif dan diminta putar balik. Selain itu, kereta bandara juga tertunda keberangkatannya dan baru normal siang hari usai situasi bandara berangsur normal.

Jalur tol keluar bandara justru lengang. Para simpatisan bisa bebas melintasi jalan tol tersebut dengan sepeda motor. Bahkan ada yang di atas truk, membahayakan diri.

Setelah massa meninggalkan bandara, pengelola masih sibuk menata fasilitas umum yang rusak. Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menyebut, semua fasilitas bandara yang rusak langsung diperbaiki.

"Saat ini masih dilakukan inventarisasi apakah ada fasilitas-fasilitas lain yang perlu diperbaiki sebagai dampak dari ramainya pengunjung pagi tadi," kata dia.

Dampak lain dari penjemputan yakni molornya jadwal penerbangan sejumlah maskapai selama empat jam. Jadwal penerbangan pagi tertunda hingga siang.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, 118 dari 556 jadwal penerbangan tertunda. Namun, saat sore hari seluruh jadwal maskapai sudah pulih.

"Jumlah keberangkatan penerbangan yang mengalami delay pada hari ini hingga sekitar pukul 12.00 WIB sebanyak 118 penerbangan yang akan menuju ke 110 rute domestik dan 8 rute internasional," kata Agus, Selasa (10/11).

Maskapai memahami situasi di bandara, sehingga penumpang yang telat diberikan kompensasi untuk ganti ke jadwal lain atau dikembalikan uangnya. Kebijakan tersebut berlaku untuk maskapai Lion Air Group, Garuda Indonesia Group, Indonesia AirAsia dan Sriwijaya Air Group.


Beda Sikap Penerapan Protokol

Dari bandara tampak para pendukug Rizieq berkerumun, mengabaikan protokol kesehatan. Sebagian tak mengenakan masker.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito sudah mengingatkan sebelum penjemputan agar simpatisan menaati protokol kesehatan. Setelah penjemputan terdapat massa yang tak taat ia kembali ingatkan pengabaian protokol bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Saya imbau bagi seluruh elemen masyarakat agar punya kepedulian karena kita masih dalam suasana pandemi. Kelalaian atau ketidakpedulian dapat membahayakan nyawa manusia,” katanya.

Pemerintah bersikap beda terhadap Rizieq dibandingkan dengan warga yang pulang dari umrah di Arab Saudi. Para jemaah umrah akan menjalani tes COVID-19 setelah tiba di Jakarta. Sembari menunggu hasilnya, mereka dikarantina di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Padahal kondisi Rizeiq disebut kelelahan setelah terbang nonsetop dan diarak hingga rumahnya di Petamburan Jakarta Pusat. Rizieq yang belum menjalani karantina kesehatan, justru akan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai salat Subuh, Rabu (11/11) ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria juga lepas tangan. Urusan karantina Rizieq disebut kewenangan pemerintah pusat.

"Terkait masalah Habib Rizieq [isolasi mandiri 14 hari], biarlah menjadi kewenangan wilayah pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri [..] dan Satgas COVID-19," kata Riza.

Rizieq menganggap ucapan Menteri Polhukam, Mahfud MD jadi legitimasi penjemputan tersebut.

“Pak Mahfud mengumumkan yang mau jemput silakan. Nah baik enggak tuh? Kita terima kasih. Terima kasih Pak Mahfud, umat akhirnya diizinkan untuk menjemput," kata Rizieq.

Malam sebelum penjemputan, ada sejumlah polisi mendatangi Ketua Umum FPI, Sobri Lubis. Kedatangannya untuk negosiasi terkait penjemputan. Namun, simpatisan yang lama menanti Rizieq pulang akhirnya bertemu dalam jumlah banyak dan berimbas terhambatnya kepentingan masyarakat umum.


Baca juga artikel terkait RIZIEQ SHIHAB PULANG atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Zakki Amali
Editor: Rio Apinino
DarkLight