tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447-1452 Hijriah.
Pelantikan dilakukan dalam rangkaian acara Pengurus Pusat MES yang digelar di The Tribrata Convention Center Darmawangsa pada Minggu (24/5/2026).
Rosan sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum MES dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII MES pada Januari lalu. Dalam Munas tersebut, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono juga ditetapkan sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H.
Prosesi pelantikan dipimpin Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PP MES.
“Dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim kami melantik saudara-saudara sekalian sebagai pengurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah periode 1447–1452 H semoga Allah SWT senantiasa merahmati kita semua,” ujar Ma'ruf.
Susunan Pengurus MES 2026
Dalam susunan kepengurusan PP MES yang baru dilantik, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum.
Sejumlah nama lain juga masuk dalam jajaran Ketua PP MES, di antaranya Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, hingga Anggota DPR RI Musa Rajekshah.
Sementara itu, posisi Ketua Dewan Pembina dijabat Muliaman Hadad. Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Adapun jajaran anggota Dewan Pembina turut diisi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.
Sementara itu, sejumlah nama yang masuk dalam jajaran Dewan Penyantun PP MES antara lain Andi Syamsudin Arsyad, Pandu Sjahrir, Anindya Bakrie hingga Arsjad Rasjid.
Sambutan Rosan Usai Dilantik
Dalam sambutannya, Rosan menekankan pentingnya keberadaan ekonomi syariah agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ia mencontohkan pengalamannya bertemu jemaah umrah yang harus menabung selama 10 hingga 15 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Di situ membuat saya agak terdiam juga. Karena mereka itu menabung 10-15 tahun hanya untuk umroh. Nah bagaimana keberadaan masyarakat ekonomi syariah ini bisa memperpendek? Kalau mereka umroh, tidak perlu sampai 15 tahun mereka menabung. Bisa, setahun dua tahun mereka bisa umroh,” ujarnya.
Ia mengatakan peran MES diharapkan dapat membantu masyarakat memperpendek waktu menabung, baik untuk umrah maupun ibadah haji.
“Nah bagaimana peran dari masyarakat ekonomi syariah ini bisa memperpendek, paling tidak kalau mereka mau umroh, memperpendek jangka waktu mereka menabung, apabila mereka ingin haji. Nah oleh sebab itu, tentunya jawaban itu yang sampai sekarang masih saya ingat, bahwa untuk umroh mereka menabung 10-15 tahun. Yang dimana mungkin kita semua di dalam ruangan ini, menabungnya tidak perlu 10-15 tahun,” kata Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menegaskan MES hadir untuk menciptakan kemakmuran bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki kesempatan ekonomi yang setara, sekaligus meningkatkan kesejahteraan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dirasakan lebih adil dan merata.
“Seringkali kemiskinan disebabkan oleh absennya pilihan dan hilangnya harapan. Dan ketika seorang tidak punya pilihan, disitulah martabat manusia mulai terkikis,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ketika pedagang kecil memperoleh pembiayaan yang adil, hal itu bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan pemulihan harapan. Begitu pula ketika santri mampu menjadi pengusaha, menurutnya hal tersebut bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga membangun kemandirian umat.
“Ketika santri bisa menjadi pengusaha, itu bukan hanya penciptaan lapangan pekerjaan, itu pembangunan kemandirian umat. Ketika jamaah haji Indonesia dimuliakan saat beribadah, itu bukan hanya tentang pelayanan, tapi itulah penghormatan terhadap martabat manusia,” ujarnya.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































