tirto.id - Kemenparekraf bersama Kementerian Kesehatan memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menggandeng pusat perbelanjaan hingga perkantoran untuk menjangkau pekerja sektor ekonomi kreatif dan masyarakat umum.
Wamen Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut program ini terbukti menarik minat masyarakat karena konsep penyelenggaraannya dibuat lebih fun, atraktif, dan mudah diakses publik.
Irene menjelaskan bahwa CKG yang digelar di mal telah membuktikan efektivitasnya dalam menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mendatangi layanan kesehatan karena kesibukan bekerja.
Menurutnya, banyak peserta yang datang secara walk-in setelah melihat signage di area mal, termasuk karyawan seperti SPG, pelayan restoran, hingga staf operasional.
“Yang datang ke sini bukan hanya pegawai ekraf, tapi banyak pekerja mal yang memanfaatkan kesempatan ini. Bahkan kemarin lebih dari 100 orang datang walk-in,” ujar Irene saat doorstop dalam kegiatan Kunjungan Cek Kesehatan Gratis di Jakarta pada Rabu (3/12/2025).
Ia menambahkan bahwa pihak mal turut mendukung kegiatan dengan mengirim email blast kepada seluruh tenant agar memberikan waktu bagi karyawan mereka mengikuti pemeriksaan.
Melihat antusiasme tersebut, Irene menyatakan program CKG di mal akan terus diperpanjang dan direplikasi di berbagai lokasi lain yang dekat dengan pekerja sektor ekraf maupun masyarakat umum.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai model pelaksanaan CKG di Kemenparekraf menjadi contoh inovasi yang dapat diadopsi kementerian lain. Menurut Dante, konsep yang lebih atraktif membuat masyarakat lebih tertarik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Ini insight baru bagi kami. Pemeriksaan kesehatan gratis ternyata bisa disajikan dengan cara yang fun dan menarik sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Dante pada Rabu.
Dante memaparkan bahwa saat ini sudah terdapat 63 juta masyarakat yang terdaftar dalam program CKG, dan 60 juta di antaranya telah menjalani pemeriksaan.
Ke depan, CKG tidak hanya akan digelar di fasilitas kesehatan atau sekolah, tetapi juga diperluas ke mal, kantor pemerintahan, hingga perusahaan swasta agar masyarakat usia produktif lebih mudah mengakses layanan tanpa meninggalkan jam kerja.
Ia juga meminta dukungan media untuk membantu menyebarkan informasi agar semakin banyak masyarakat mengetahui adanya layanan ini.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, menegaskan bahwa CKG berperan besar sebagai upaya promotif preventif melalui deteksi dini faktor risiko penyakit.
Menurutnya, banyak kasus seperti hipertensi atau risiko stroke sebenarnya sudah terdeteksi lebih awal jika masyarakat rutin memeriksakan kesehatan.
“Dengan mengetahui sejak dini, kita bisa mengubah perilaku, mengendalikan faktor risiko, dan mencegah sakit. Ini juga mengurangi biaya kesehatan jangka panjang,” jelas Asnawi.
Selain fokus pada perluasan akses CKG, Dante juga menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kesehatan terkait bencana alam di Sumatera Utara.
Kemenkes telah mengirimkan tim mitigasi, obat-obatan, serta dokter spesialis seperti ortopedi, bedah, penyakit dalam, hingga dokter anak untuk menangani korban dengan kondisi akut maupun risiko penyakit pasca-bencana.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id































