Buwas Ingin Bulog Jual Beras Premium Harga Medium

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 22 Jul 2022 08:54 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) berkeinginan Bulog bisa menjual beras premium dengan harga medium yang nominalnya lebih murah.
tirto.id - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) berkeinginan Bulog sebagai pemain utama dalam pengelolaan beras. Harapannya bisa menjual beras premium dengan harga medium yang nominalnya lebih murah.

"Kita jual dengan konsep komersil. Dari beras-beras itu Rp11.000-12.000 per kilogram (di pasaran), kita akan jual Rp9.500/kg. Pasti kita menang," katanya pada kunjungannya ke Pabrik beras modern (Modern Rice Milling Plant/MRMP), Kamis (21/7/2022).

Keinginan tersebut terlihat dengan pihaknya telah melakukan pembangunan Modern Rice Milling Plant (MRMP) atau sentra produksi beras. Saat ini terdapat 10 MRMP yang tersebar di sejumlah wilayah untuk memenuhi kebutuhan beras. Buwas mengklaim nantinya akan bertambah 3 MRMP di 3 wilayah, sehingga totalnya akan ada 13 MRMP yang beroperasi.

Buwas mengatakan pembangunan infrastruktur MRMP bertujuan untuk membantu petani. Tidak hanya itu, dia juga berharap infrastruktur tersebut bisa menyederhanakan alur proses pengolahan beras yang terpusat dalam fasilitas pengolahan gabah hasil panen berbasis teknologi modern. Terdiri dari mesin pengering (dryer), unit penggilingan padi (RMU) sebagai mesin konversi gabah menjadi beras dengan dilengkapi teknologi penyortir warna (color sorter).

"Negara tidak boleh menyusahkan petani. Jangan kita beli [gabah] Rp4.200, berarti kan kita menekan petani, merugikan petani, kita tidak berpihak pada petani. Kita nanti akan beli dengan harga Rp4.600. Selisih pembelian itu langsung diganti sama pemerintah," ungkapnya.

Adapun pembangunan 13 MRMP tersebut merupakan dana PMN 2016 yang diberikan pemerintah di 2016. Totalnya mencapai Rp2 triliun untuk membantu bulog meningkatkan pengolahan dan produksi beras di dalam negeri.

"Kapasitasnya masing-masing MRMP punya 3 silo yang penampungannya 2.000 ton. Berarti kapasitasnya 6.000 ton. Kalau produksi beras sehari 50-60 ton. Daya pengeringan gabah kemampuannya sehari 120 ton. Tinggal kalikan saja, 13 kali 6.000 ton," ungkapnya.

"Tapi kan tidak disimpan, itu hanya sementara kalau belum diproduksi beras. tapi kalau kebutuhan beras banyak, kita langsung produksi kita produksi terus, 50-60 ton per hari," tambahnya.




Baca juga artikel terkait BERAS MURAH atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight