Menuju konten utama

Bus Shalawat Kembali Beroperasi Selasa 10 Juni

Bus Shalawat untuk mengantar jemaah haji dari hotel menuju Masjidil Haram segera kembali beroperasi.

Bus Shalawat Kembali Beroperasi Selasa 10 Juni
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang setelah melempar Jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (7/6/2025). Jamaah haji melempar jumrah dengan dua pilihan yakni Nafar Awal (11-12 Dzulhijah) atau Nafar Tsani (11-13 Dzulhijah). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/agr

tirto.id -

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan bahwa bus Shalawat akan kembali beroperasi pada Selasa, 10 Juni 2025 atau 14 Zulhijah 1446 H. Bus Shalawat merupakan moda transportasi untuk mengantar jemaah haji dari hotel menuju Masjidil Haram.

"Insyaallah baru 14 Zulhijah [10 Juni 2025] bus Shalawat akan beroperasi," ucap Hilman di Mina, Arab Saudi, Senin (9/6/2025) dini hari.

Di sisi lain, jemaah haji Indonesia diminta tak buru-buru mengerjakan tawaf ifadah usai lempar jumrah. Kemenag menyebut situasi di Makkah sangat padat karena banyak jemaah yang melaksanakan Nafar Awal dan Nafar Tsani atau pada 12 dan 13 Zulhijah.

Jika kondisi Masjidil Haram sudah lengang, barulah jemaah bisa melaksanakan tawaf ifadah, sai dan tahalul akhir. Bus Shalawat yang akan beroperasi bisa mengantar jemaah ke lokasi tujuan.

"Kesediaan bus ini Insyaallah tetap akan mempermudah jemaah yang secara kolektif bersama kelompoknya akan melakukan tawaf ifadah dan Insyaallah kemudian mereka akan melakukan tahalul dan bersiap-siap sebagian pulang ke tanah air," tuturnya.

Lebih lanjut, Hilman mengimbau jemaah haji Indonesia untuk beristirahat di hotel lebih dulu setelah menjalani rangkaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Jika dirasa badannya sudah segar maka tawaf ifafah bisa dilakukan.

"Jemaah disarankan tidak melakukan tawaf ifadah terlebih dahulu. Dengan proses yang panjang dan cukup melelahkan dari Makkah ke Arafah, Muzdalifah, Mina dan juga melakukan lontar jumrah, maka kami harapkan jemaah bisa menggunakan waktunya untuk istirahat," jelas Hilman.

Sebagai informasi, jemaah haji telah melakukan lempar jumrah sejak Jumat, 6 Juni atau 10 Zulhijah. Lempar jumrah dilanjutkan pada hari tasyrik, yakni 11, 12 dan 13 Zulhijah atau 7, 8 dan 9 Juni.

Bagi jemaah yang melakukan Nafar Awal, maka harus meninggalkan Mina sebelum 12 Zulhijah malam. Jika masih berada di Mina pada 12 Zulhijah malam, maka jemaah dapat melanjutkan lempar jumrah 13 Zulhijah dan mengikuti Nafar Tsani.

Setelah lempar jumrah selesai, jemaah haji masih harus melakukan tawaf ifadah, sai dan tahalul akhir. Setelah itu, barulah jemaah terlepas dari seluruh larangan ihram.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Hendra Friana