tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran rumah dan bangunan yang berada di kawasan tepi Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Terpantau, dua buah ekskavator bekerja di wilayah itu untuk merobohkan rumah dan bangunan.
Seperti dikutip dari kantor berita Antara, di saat ekskavator bekerja petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membantu membersihkan area. Sejumlah warga dari RT 5, 9, 10, dan 15 di wilayah administrasi RW 12 yang terdampak penggusuran nampak mengemasi barang-barang dengan bantuan petugas Satpol PP.
Di sisi lain, Sandyawan Sumardi memimpin sejumlah warga melakukan aksi damai menolak penggusuran daerah tersebut pada Rabu (28/9/2016) pagi.
Laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang ikut melakukan aksi damai itu mengikatkan pita merah putih pada lengan kiri mereka serta membawa spanduk yang memuat tulisan, "Bukit Duri Tumbal Pembangunan Jakarta", dan "Rakyat Bermartabat Pejabat Bermuslihat."
Dalam aksi itu Sandyawan menyampaikan orasi dan menyanyikan lagu untuk menyampaikan aspirasi masyarakat akar rumput.
Sementara itu, aksi sejumlah warga ini mendapatkan dukungan dari Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) Jaya Suprana.
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh