tirto.id - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan benda langit bercahaya melintas di wilayah Lampung dan sekitarnya pada Sabtu malam (4/4/2026). Dalam video tersebut, objek tampak menyerupai roket yang memancarkan pecahan-pecahan dengan ekor cahaya panjang, sekilas terlihat seperti api yang melintas di langit.
Menanggapi fenomena tersebut, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi terbaru dari Space-Track dan analisis orbit, bekas roket Tiongkok tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera. Pada sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun di bawah 120 kilometer, lalu memasuki atmosfer padat, terus meluncur, terbakar, dan pecah.
“Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi. Ia menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Wahyudi menyebut, saat memasuki atmosfer Bumi, bagian roket tersebut mengalami gesekan tinggi sehingga terbakar dan terpecah menjadi beberapa bagian, yang kemudian terlihat sebagai cahaya berpendar di langit. "Makanya waktu re-entry pecah beberapa bagian dan terbakar," terangnya, sembari menambahkan bahwa objek tersebut teridentifikasi dengan Norad ID 62805 dengan penamaan CZ-3B R/B.
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh tim Sains Atmosfer dan Keplanetan serta Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Berdasarkan analisis mereka, objek tersebut dipastikan merupakan sampah antariksa.
Dilihat dari karakteristik visualnya yaitu gerak yang relatif lambat dan tampak terfragmentasi, fenomena ini diduga merupakan objek buatan manusia, seperti sisa roket atau satelit yang masuk kembali ke atmosfer Bumi. Saat memasuki atmosfer, objek semacam ini mengalami gesekan tinggi hingga terbakar.
“Interpretasi awal para dosen Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta staf Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), kemungkinan besar objek ini adalah sisa roket China, CZ-3B R/B --> Space debris (sampah antariksa),” tulis akun resmi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA melalui Instagram, dikutip pada Minggu (5/4/2026).
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































