Menuju konten utama

BKPM: Perusahaan Manufaktur Jepang Akan Ekspansi ke Indonesia

Perusahaan Jepang yang bergerak di bidang usaha lensa dan kamera, x-ray, CT Scan dan peralatan khusus, berencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia di bidang manufaktur lensa. Hal itu tidak terlepas dari gencarnya BKPM mempromosikan berbagai kemudahan investasi di Indonesia. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar 2,87 miliar dolar AS, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja.

BKPM: Perusahaan Manufaktur Jepang Akan Ekspansi ke Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarani (tengah). Antara Foto/M Agung Rajasa.

tirto.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi target ekspansi dari perusahaan Jepang yang bergerak di bidang usaha lensa dan kamera, x-ray, CT Scan dan peralatan khusus.

Dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (9/6/2016) Franky mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan itu telah memiliki izin importir dan distributor.

"Lokasi yang sudah dipilih adalah Karawang. Perusahaan sudah mengembangkan bisnisnya di Thailand dan Vietnam. Dan saat ini mau mengembangkan di Indonesia. Perusahan belum dapat menentukan berapa nilai yang akan diinvestasikan, namun perusahaan akan mematuhi sesuai dengan ketentuan hukum Indonesia," ujar Franky.

Menurut Franky, perusahaan tersebut menyampaikan harga jual produk per itemnya bisa mencapai 60 yen Jepang hingga 70 juta yen Jepang (setara Rp7,4 miliar dengan kurs Rp124).

"Perusahaan mengikuti perkembangan dan peluang pasar di Indonesia cukup baik. Perusahaan tertarik melihat adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menjadi nilai plus bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha di Indonesia," ujar Franky.

Pihak BKPM juga melakukan berbagai upaya komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan berbagai kemudahan investasi di Indonesia.

"Dengan demikian, mereka dapat mengetahui bahwa saat ini tidak susah lagi mengurus izin penanaman modal di Indonesia karena ada sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan perizinan secara online," lanjut Franky.

Perlu diketahui, saat ini Franky sedang dalam kunjungan kerja ke Jepang untuk menyampaikan berbagai kemudahan berbisnis di Indonesia, serta menjaring minat investasi dari Jepang.

Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) Tokyo Saribua Siahaan mengatakan, pihaknya akan mengawal investasi yang disampaikan oleh perusahaan lensa ternama Jepang tersebut.

"Kami siap memfasilitasi kebutuhan investor sehingga minat yang disampaikan dapat berlanjut ke tahapan realisasi," ujar Saribua.

Berdasarkan data BKPM, pertumbuhan komitmen investasi Jepang masuk dalam 10 negara prioritas pemasaran yang pada tahun 2015, naik 40 persen di atas pertumbuhan komitmen investasi asing yang hanya 29 persen.

Ada pun realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014.

Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar 2,87 miliar dolar Amerika Serikat, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja.

Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.

Baca juga artikel terkait BISNIS

tirto.id - Bisnis
Sumber: Antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara