Menuju konten utama

BI Optimistis Rupiah Menguat Jadi Rp15.800 pada Kuartal IV-2024

Bank Indonesia memproyeksi nilai tukar rupiah akan menguat menuju level Rp15.800 per dolar AS pada kuartal IV-2024.

BI Optimistis Rupiah Menguat Jadi Rp15.800 pada Kuartal IV-2024
Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampikan laporan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2024 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/1/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat menuju level Rp15.800 per dolar AS pada kuartal IV-2024. Sementara itu, dia juga memprediksi rupiah masih bertahan di level Rp16.200 per dolar AS hingga kuartal II.

"Kami meyakini bahwa rupiah akan tetap stabil di sekitar Rp16.200 pada kuartal II ini dan akan menguat ke arah rata-rata Rp16.000 di kuartal III dan bahkan menguat ke rata-rata Rp15.800 pada kuartal IV-2024," ungkap Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG April 2024 di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Perry menuturkan, untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global, pihaknya memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis points menjadi 6,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. Kemudian, suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7,00 persen.

"Sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2024 dan 2025," kata Perry.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap didorong untuk terus tumbuh untuk mendukung ekonomi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit atau pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Perry menuturkan, kebijakan moneter terus diupayakan dengan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin