Menuju konten utama

Berapa kisaran harga rumah subsidi dan bagaimana tampilannya?

Intip harga dan desain rumah subsidi 14 meter persegi terbaru. Solusi hunian murah di kota besar untuk MBR, dengan fasilitas lengkap dan dukungan swasta.

Berapa kisaran harga rumah subsidi dan bagaimana tampilannya?
Pengunjung melihat contoh desain (mock up) rumah subsidi dengan luas 14 meter persegi di Jakarta, Kamis (12/6/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mengusulkan penyusutan ukuran rumah subsidi sebagai bagian dari upaya menjawab keterbatasan lahan dan tingginya permintaan hunian di kawasan urban.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pengembangan rumah subsidi berukuran mulai 14 meter persegi. Inisiatif ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kalangan muda di perkotaan, dan merupakan revisi dari kebijakan sebelumnya yang menetapkan luas rumah subsidi minimal 21 hingga 36 meter persegi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap wacana tersebut, pihak swasta seperti Lippo Group telah memamerkan desain rumah mungil ini di Jakarta. Meski berukuran kecil, rumah dirancang untuk tetap memenuhi kebutuhan dasar dengan fasilitas seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, serta sambungan listrik dan air. Model ini diharapkan menjadi solusi alternatif penyediaan hunian layak dan terjangkau di wilayah metropolitan dan sekitarnya.

Dengan estimasi harga sekitar Rp105 juta per unit, rumah ini ditujukan bagi individu atau keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah. Jika terbukti diminati, konsep ini berpotensi menjadi pola baru dalam pembangunan rumah subsidi yang lebih efisien, adaptif, dan sesuai dengan tantangan pertumbuhan perkotaan saat ini.

Berapa Kisaran Harga Rumah Subsidi 14 Meter dan Lokasinya?

Menurut Kementerian PKP dan BP Tapera, rumah subsidi dengan luas bangunan 18 meter persegi umumnya dipatok antara Rp108 juta hingga Rp120 juta. Untuk rumah dengan ukuran lebih kecil, seperti tipe 14 meter persegi yang dipamerkan Lippo Group, harganya diperkirakan lebih rendah, kemungkinan di bawah Rp100 juta, tergantung pada lokasi dan harga tanah. Meski belum ada angka resmi, estimasi harga ini mengacu pada perhitungan proporsional terhadap luasan bangunan.

Rumah-rumah mini tersebut direncanakan dibangun di kawasan perkotaan atau pinggiran kota, bukan di wilayah pedesaan. Menteri PKP Maruarar Sirait menyebutkan bahwa proyek ini dirancang sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan tingginya harga rumah di kota besar. Oleh karena itu, lokasi seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan kota metropolitan lain menjadi fokus utama pengembangan.

Begini Tampilan Mockup Rumah Subsidi 14 Meter dari Pemerintah

Kementerian PKP perkenalkan contoh rumah bersubsidi

Pengunjung melihat contoh desain (mock up) rumah subsidi dengan luas 23,4 meter persegi di Jakarta, Kamis (12/6/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.

Desain rumah subsidi seluas 14 meter persegi yang diperkenalkan oleh Kementerian PKP bersama Lippo Group memiliki konsep sangat kompak dan efisien. Hunian ini memiliki satu kamar tidur dan dibangun di atas lahan seluas 25 meter persegi, dengan dimensi sekitar 2,6 x 9,6 meter. Dari luar, rumah terlihat sederhana namun fungsional, mengakomodasi kebutuhan dasar tempat tinggal bagi generasi muda berpenghasilan rendah di kawasan urban.

Secara teknis, rumah ini dibangun dengan struktur beton bertulang dan dilengkapi lantai keramik di seluruh area, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, hingga teras. Dindingnya menggunakan bata ringan dengan finishing mortar dan cat, sementara plafon dibuat dari gypsum. Atapnya mengandalkan rangka baja ringan yang dilapisi spandek, menciptakan kesan modern sekaligus efisien dari sisi biaya pembangunan.

Fasilitas interior mencakup perlengkapan standar seperti kloset duduk, wastafel, shower, serta dapur kecil dengan meja dan sink. Rumah ini juga dilengkapi sambungan listrik 900 watt dan akses air bersih melalui jaringan PDAM atau sumber yang disediakan pengembang.

Proyek ini ditargetkan untuk wilayah perkotaan seperti Bodetabek dan kota besar lainnya, dengan harga sekitar Rp105 juta per unit. Apabila minat pasar rendah, hunian-hunian ini akan dialihkan menjadi rumah komersial, meski awalnya dirancang sebagai bagian dari program subsidi perumahan nasional.

Baca juga artikel terkait RUMAH SUBSIDI atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra